perempuan dan ambisinya

jadi,

ternyata kemarin adalah hari kartini. dan saya tidak sadar.satu lagi bukti kekurangnasionalisan saya hehe but i’m not doing that on a purpose. i swear. *ngacungin dua jari membentuk lambang peace*

tapi sebetulnya ada alasannya sih, ada hal yang sedang kupersiapkan, and that occupied my mind a lot.

bicara soal hari kartini buat orang indonesia tentu saja identik dengan masalah ke perempuanan. dan jelas kehidupan masyarakat akhir2 ini sudah sangat sangat maju dan berubah. emansipasi wanita didengung2kan diseluruh dunia.

tapi kenapa aku merasa ada hal yang berbeda dengan konsep emansipasi wanita pada awalnya ya?

hmm,,

dulu aku pernah dengar, katanya laki2 dikalahkan oleh tiga hal:

harta, tahta dan wanita.

jika dia tidak dapat digoda dengan harta, maka sodorkanlah tahta. atau sebaliknya. dan bila dua2nya tidak mempan, maka sodorkanlah wanita di depan hidungnya. dan jika salah satu dari tiga hal itu akhirnya menggoda imannya, maka keruntuhannya hanya tinggal menunggu waktu.

dan untuk perempuan?

nafsunya sendiri adalah musuh besarnya. bahkan kata si papah, kadang perempuan justru jauh lebih rakus bila dibandingkan laki2.

perempuan dan ambisinya.

sangat mengerikan apa yang mungkin dapat dilakukan perempuan untuk memenuhi nafsu dan ambisinya. u won’t ever know what would they do to get what they want. that’s why i prefer to make friendships with men.

aku sendiri bisa dibilang perempuan yang nggak punya ambisi. tanya aja si mamah. she would agree without hesitation. πŸ˜€ aku punya terlalu banyak si papah didiriku, baik fisik maupun sifat. ya, aku punya target. tapi aku menggapainya hanya sebagai satu titik dalam hidup yang harus dicapai, so my life would worth to live. hanya itu. menjadi wanita karir sebetulnya adalah impian si mamah yang tidak kesampaian. and as for myself? it’s just one thing i have to do, coz i still have lots of responsibilities, and i want to be independent enough without worrying about my financial problems.

sejujurnya dulu aku sempat bercita2 untuk menjadi ibu rumah tangga. aku ingat pernah bilang begitu ke seseorang diawal masa kuliah. aku pengen jadi ibu rumah tangga yang sukses. mungkin karena si mamah adalah ibu rumah tangga. yang kubayangkan adalah bangun pagi dan menyiapkan seragam dan sarapan untuk anak2 dan suamiku. kemudian menyambut mereka pulang. that was my perfect picture of my future life.

coz i just want a simple and peacefull life.

tapi sejak si papah sakit, well everything change. and i learned about life in a hardest way.

and i appreciate simple life higher than before.

Iklan

3 thoughts on “perempuan dan ambisinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s