kakek moyangku seorang pejuang…

kakek moyangku seorang pejuang…

lawan penjajah demi merdeka…

kalau saja yang namanya nasionalisme itu diukur dengan seberapa ingat kita pada hari2 bersejarah bangsa kita, mungkin aku termasuk orang yang memiliki rasa nasionalisme yang sangat rendah. karena aku sudah tidak hafal lagi hari2 bersejarah bangsa ini, kecuali mungkin hari kemerdekaan.

dan kayanya untuk hal yang satu ini aku ga sendirian. karena kulihat orang2 yang berfesbuk tidak seperti biasanya tidak terjadi gempa status hari pahlawan. semua menjalani hari2nya seperti biasa. termasuk saya. baru ngeh waktu akhirnya ngeliat statusnya nana di fesbuk dan iklan yang wara wiri di tipi.

dan tiba2 aja tadi si papah bercerita lagi tentang sejarah keluarga, tentang gimana dulu kakek jadi tentara PETA ikut berjuang waktu jaman kemerdekaan. dulu juga papah pernah cerita, nenek yang kecil mungil itupun ikut angkat senjata sebagai pasukan wanita. tapi yang paling lucu kurasa adalah waktu si papah cerita soal kakek buyut dari pihak nenek, yang dulunya ternyata adalah seorang polisi belanda. sempet agak kecewa juga pas denger cerita itu. karena ko ya  kakek moyangku pernah juga jadi bagian dari belanda.

tapi ternyata oh ternyata, kakekku itu memang penghianat, penghianat belanda maksudnya :p karena pada saat pecah perang, dia berbalik jadi melawan belanda sampai2 rumahnya dibakar sama belanda 😀 and that’s made me quite satisfied and proud for knowing  that my family still stand for this country, no matter how high the risk would be  🙂

dan kupikir pasti ada banyak sekali teman2 lain yang kakek moyangnya pun sama2 berjuang demi memerdekakan bangsa ini dari penjajah.

hanya saja kadang rasanya sedih juga kalo ngeliat di tipi temen2 mahasiswa yang pada demo untuk satu hal yang ga jelas tujuannya, apalagi sampe bertindak anarkis. ngeliat bapak2 pejabat yang terus saja saling serang. ngeliat banyak sekali orang2 yang sudah berjasa bwat negara dari berbagai bidang, tapi penghargaan yang mereka dapatkan justru minim sekali. ngeliat bangsa ini sedikit2 mulai kolaps.

jadi berpikir, mungkin, mungkin saja, seandainya para pahlawan kita melihat negara ini, mungkin mereka akan bersedih hati. kemerdekaan yang mereka perjuangkan mati2an, akhirnya jadi berantakan oleh tangan kita sendiri.

ini hanya mungkin. aku juga ga tau.

karena kita ga bisa lagi mendengar apa pikiran mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s