menjadi bijak

sebelumnya saya mau mengucapkan….

SELAMAT LEBARAN TEMAN – TEMAN!!!!

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN,, MAAFIN SEMUA SALAHKU YAK??? πŸ˜€

jadi,,

ada satu teori yang aku pernah dengar dan menyatakan bahwa perempuan akan memilih lelaki yang dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan. dan orang tua biasanya akan memberikan nasihat pada anak gadisnya seperti ini

” lebih baik kamu yang dicintai daripada kamu yang mencintai nduk. soalnya jatuh ke badannya lebih enak”. bener ga?

dulu pernah ada masanya aku juga menganggap hal ini lebih baik bagi perempuan (untuk memilih lelaki yang mencintainya), dan adalah hal yang mudah untuk mencintai lelaki yang mencintai kita. karena ya,, seperti kata pepatah, witing tresna jalaran saka kulina (dengan logat ngapak banyumasan hehe). jadi cinta bisa tumbuh seiring sejalan dengan perkembangan hubungan.

tapi, saat aku dihadapkan pada hal ini secara langsung, kenapa semuanya jadi tidak segampang teorinya ya? ada perasaan ga rela juga. dan berharap pada satu hal yang sangat tidak pasti.

dan tiba – tiba malam ini jadi merasa tidak puas pada diri sendiri.

aku pusing, bingung, shock, dan pengen kabur lagi.

jadi menyadari kalo ternyata aku tidak sesiap yang kusangka, dan masih belum sedewasa yang kuusahakan.

masih banyak sekali yang harus kupelajari, dan yang paling utama adalah belajar berpikir dan bersikap bijak, pada diri sendiri dan orang2 di sekitarku..

Iklan

6 thoughts on “menjadi bijak

  1. Cinta itu kadang tidak bisa dipaksakan je (sok ngapak)…
    Karena butuh cinta untuk bisa menerima kekurangan pasangan kita, dan pasangan kita, seringkali datang dengan ketidak sempurnaannya πŸ™‚

  2. Saya baru menulis ttg hal yang berkaitan dengan ini. Apakah bila perempuan mendapat lelaki yang bisa memberikan perlindungan (lahir dan batin), maka itu sudah cukup bagi seorang perempuan? Perlukah selalu ada chemistry yang mendahuluinya?

    Sedang berbahagia ya? Semoga dilancarkan yaa urusannya πŸ™‚

  3. mas zamro: weitz,, undangan apaan mas? maknai lagi tulisanku. terlihat seperti apakah? πŸ™‚

    mas ipung: itu bener mas, setiap orang tidak sempurna. selama ini siy bukan ketidaksempurnaan yang menjadi masalah. tapi ya,, apakah ada dasar perasaan atau tidak?

    nonadita: betul betul!!ternyata memang setiap perempuan punya dilema yang hampir sama ya? *angguk2 kepala*
    bahagia??waduh tidakk,,,kemaren malah sempet stress berat. makanya keluar tulisan ini hehe πŸ˜€

  4. @yulia
    hehehe.. makanya aku komentar kaya gitu Yul.. ga selamanya bisa witing tresna jalaran saka kulina.. Karena seringkali kita sebel sama ketidak sempurnaan orang lain, pasangan kita misalnya, dan tanpa dasar perasaan cinta atau chemistry di awal, bisakah kita menjalaninya sampai beberapa puluh tahun ke depan?

    Soalnya ada beberapa kasus temen kakakku yang katanya dia menjalani hidup sebagai istri dari orang yang tidak dicintainya.. selama ini ia hanya menjalankan kewajibannya sebagai istri saja (ngurus suami, melahirkan anak dsb).. tanpa bisa belajar mencintainya Yul

    Kasus witing tresna jalaran saka kulina biasanya diawali dengan tahap penerimaan, kemudian menjadi kebiasaan, lalu lama kelamaan kalo ga ada orang itu, rasanya jadi ga biasa.. di situ kita dibilang uda tresna sama orang tersebut πŸ™‚

    Jadi.. siapkah kita dengan tahapan itu? Karena kemampuan seseorang untuk “menerima” sering kali berbeda..

    Kalo aku pribadi sih, jawabannya “tidak”.. Aku orangnya sensitif soalnya hehehe
    Ah.. ngomong apa saya ini… πŸ˜€

  5. ah kalo aku sih let it flow aja… masalahnya, sedari dulu aku merasa ngga bisa mengendalikan perasaan jhe.. kalo udah tresno, ya mo dibikin kaya apa juga tresno… tapi akhirnya kepentok sendiri.. heuheuheu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s