going abroad

udah beberapa waktu aku terpikir tentang orang2 yang pindah tempat tinggal ke luar negeri. bahkan yang sampai pindah kewarganegaraan. apa ya yang mereka rasakan? dan apa alasannya sampai mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tanah air mereka?

semuanya berawal waktu aku chatting sama temenku yang nyusul suaminya yang tinggal di negeri paman sam. kupikir mereka hanya akan tinggal disana sementara waktu sampai akhirnya suaminya selesai kuliah. tapi2 tiba2 aja hari itu temanku mengabarkan bahwa mungkin suaminya ada pemikiran untuk apply menjadi citizen. yang berarti mereka akan tinggal disana lebih lama lagi.

dan aku langsung terpikir, apa ya yang temenku rasakan? disatu sisi aku tau banget gimana sedihnya dia waktu harus pisah sama suaminya. tapi disisi lain, saat dia udah kumpul, justru dia harus meninggalkan keluarganya disini. dalam situasinya, itu jadi satu hal yang bukan pilihan. apalagi dengan adanya satu kemungkinan menjadi citizen. pastinya bakal makin lama dia bisa ketemu sama ortunya. sedih?pastinya.

studi, pekerjaan, masa depan, suasana dan cinta, adalah beberapa hal yang menjadi alasan kenapa orang sampai terpikir untuk berpindah tempat tinggal. baik dalam waktu panjang atau hanya sementara. salah satu temenku yang lain memilih untuk berpindah tempat tinggal dari jepang (dia ikut ortunya) ke salah satu negara eropa (belum tau yang mana), selain bwat studi tapi juga karena dia sudah mulai jenuh di jepang. saat ini saja dia tinggal di jogja hanya untuk les dan desember ini dia sudah akan pergi lagi.

jawaban paling unik yang pernah kudengar mungkin jawaban tentorku. kebetulan dia orang inggris dan waktu kami tanya kenapa dia memilih tinggal disini, jawabannya karena disini suasananya jauh lebih menenangkan. dia tidak harus stress karena tuntutan kerja disana. dan matahari disini bersinar terang sepanjang tahun, sedangkan di london, cuaca cenderung mendung dan berkabut setiap harinya. meskipun untuk akses ke entertainment akan jauh lebih mudah di london. waktu mendengar kata2nya aku jadi berpikir, betapa matahari yang kadang2 kita hindari (karena takut gosong 😀 ) bisa jadi satu hal yang luar biasa bagi orang lain.

apapun alasannya, kurasa bagi orang yang memutuskan untuk meninggalkan negaranya pasti akan tetap menjadi hal yang berat. kecuali bagi mereka yang memang sudah memutuskan untuk memulai hidup baru. dan aku jadi terpikir, jika orang yang harus pindah itu aku (dengan berbagai macam alasan), apa yang akan kulakukan? apakah aku cukup berani untuk mengambil keputusan itu? apakah aku siap untuk melepaskan semua yang kumiliki disini? dan diatas semuanya…

apakah aku siap berpisah dengan orangtua dan kakaku?

Iklan

8 thoughts on “going abroad

  1. bunda rie: hwah,, salam kenal juga mbak,, makasih sudah berkunjung hehe senangnya 😀

    mas topik: jangankan mas topik aku aja yang cuma 40 hari dah langsung membanding2kan dengan jogja. dan meskipun disana2 benar2 membahagiakan, teuteup aja kangen jogja euy

    nonadita: hehe yupz yupz,, biar wawasan jadi luas juga,, cuma emang ga nahan kangennya 🙂

  2. yuliaaaa…

    shock aku!!!!

    jeder*****!!!!

    pertama; aku baca yuliausmadi.wordpress.com…

    hahahha..akhirnya pindah juga. akhirnya ak bs ikut2an comment deh dsini.

    kedua; aku ikutan andil deh di cerita ini, hehe…

    Kalau boleh milih, aku bakalan milih, tinggal di Indonesia, bereng suami, bareng ortu-kakak, gaji suami standar disini, pendidikan anak terjamin layaknya disini dan…
    ekonominya sebaik disini, hahaha…

    Apapun yang terjadi, Indonesia tetep tanah air yang selalu kurindu deeeh..
    Hidup Indonesia.

    miss youu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s