ending

entah karena timing yang tepat atau emang cuma kebetulan aja, tapi hari ini akhirnya aku keinget lagi sama satu pemikiran ini.

pernah denger lagunya My Chemical Romance yang i don’t love you? salah satu frasenya ada yang isinya gini,

” when you’re gone

would you have the guts to say..

i don’t love you…

like i did yesterday “

kira2 setaunan kemaren sempet terpikir, kenapa ya orang harus mencari alasan untuk putus? kebanyakan ambil alasan karena udah ga cocok lagi ato karena adanya perbedaan. kalo memang gitu, bukannya itu sudah satu hal yang pasti ya? karena dua orang yang tumbuh besar di dua lingkungan keluarga yang beda pasti pada akhirnya akan menjadikan dua pola pikir yang berbeda. yang menjadi pertanyaanku adalah, kenapa pada saat hubungan itu masih hangat2nya, perbedaan dan ketidakcocokan itu menjadi satu hal yang tidak terlalu dipermasalahkan?

aku jadi inget kata2 salah satu temen cowoku yang waktu itu mulai ada masalah sama cewenya. waktu itu dia mempertanyakan apa yang kira2 ada dipikiran cewenya, karena tiba2 cewenya jadi menjauh tanpa ada kejelasan. dan dia bilang, seharusnya cewenya sadar, kalo mereka telah berkomitmen untuk tidak putus hanya karena adanya alasan ketidakcocokan, karena perbedaan itu pasti ada dan telah disadari sejak awal. selanjutnya jujur aku ga tau apa alasan tepat cewenya, cuma yang pasti mereka akhirnya emang putus juga.

dan masih banyak lagi hal yang dijadikan sebagai alasan untuk meminta pisah dari pasangan. alasan paling susah kuterima adalah alasan untuk lebih fokus dengan sekolah. alasannya siy bener, cuma kayanya aplikasi di lapangan ko, beberapa yang bilang begitu ga lama kemudian malah jadian juga sama orang lain. jadi muncul satu pertanyaan baru kan? jadi sebetulnya hubungannya yang mengganggu konsentrasi atau sebetulnya pasangannya yang mengganggu konsentrasi?

balik lagi ke lagunya MCR tadi, aku sempet kepikiran, sebetulnya alasan paling mendasar dibalik semua alasan2 sepele itu adalah bahwa sebetulnya perasaan kita terhadap pasangan kita sudah seleseai, atau seperti kata liriknya, kita tidak mencintai mereka seperti sebelumnya. sesederhana itu. tapi kenapa kita tidak bisa bicara sesederhana itu? i wonder…

dulu kupikir akan jauh lebih baik seandainya aku diberitahu kalo perasaannya sudah selesai ke aku. jadi paling ga meskipun sakit aku sudah tidak bergantung pada harapan kosong lagi. dan tidak akan sekecewa itu kalo seandainya aku denger kalo dia jadian lagi dengan orang lain.

tapi setelah kupikir2 mungkin orang memakai alasan2 klise adalah untuk menjaga perasaan pasangan yang ditinggalkannya. dan aku berpikir kalo seandainya aku bener2 diputuskan dengan alasan bahwa perasaannya sudah tidak seperti sebelumnya, kira2 apa ya reaksiku? apakah aku bisa menerimanya?

orang sering bilang, jauh lebih baik mendengar kejujuran meskipun sakit, daripada dibohongi. tapi ya kaya kakaku bilang, bukan satu hal yang mudah juga untuk pihak yang memutuskan. masing2 pasti akan merasa sakit dengan adanya perpisahan. apalagi kalo hubungan itu sudah melewati waktu yang tidak sebentar dan cerita yang panjang. tinggal bagaimana kita memanage perpisahan itu sendiri. kadang suka sedih ya kalo memikirkan pasangan2 yang berpisah dengan cara yang menyakitkan, padahal hubungan itu pasti diawali dengan cara yang baik.

mungkin setiap pasangan harus memiliki kesepakatan jangka panjang, just in case, seandainya semuanya tidak seperti yang diharapkan, maka bagaimana caranya menyelesaikan semua urusan yang ada dengan baik dan penuh kesadaran akan konsekuensi yang mungkin terjadi. sehingga semua hal yang terjadi tidak harus diakhiri dengan cara yang tidak menyenangkan. 

mau jujur atau beralasan? it’s always up to you 

 

 

Iklan

2 thoughts on “ending

  1. walah…. postingan kok mellow.. kek lagu aja 😀
    btw, emang paling susah kok memutuskan suatu hubungan yg di dalamnya ada komitmen, meskipun salah satunya ada yg mau mempertahankan habis2an, tapi perasaan kan ga bisa dipaksakan….
    *curhat*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s