could it be?
so,
i’ve been promissed to myself to not write such an explisit post about this. but something weird happened just now, and made me thinking.
so i just finished my night prayer and waiting for the shubuh prayer, when i opened my facebook. and like i used to do, i opened someone’s wall. read it all over again. being a masochist for my self
then i realized there some post that missing from the wall. the post are just jump from some newest post, skip the post that made me sad for this couples day, to the post where i commented a few months ago, when our relationship on it’s best shape. i kinda surprised when i found this. and i try to scrolled up and down, checking if only my eyes got me wrong. but it wasn’t. and i started to think that it might be some bugs took part on this. but after i refreshed the wall, the post were showed up like it used to be. such a coincidence.
but since i believed there’s no coincidence in this world,i started to think, could it be it’s Allah’s way to answer my prayer? to just remember the good part, skip the worst and just moved on?
thought of the day
and so i believe,
If God took something from us, God will gives us something better in return.
and just like that
tradisi lebaran dan sungkeman
jadi,
beberapa hari kemaren, mungkin karena terpengaruh suasana lebaran, aku jadi berpikir:
apa yang identik dengan lebaran?
dan jawaban yang terlintas adalah: ketupat, opor ayam, sholat ied, mudik dan sungkeman.
nah untuk hal yang terakhir ini, boleh percaya boleh ga, di keluargaku yang baru 4 orang ini,, sama sekali ga ada tradisi sungkeman. sejak aku kecil sampe segede gini. setiap lebaran tradisi selalu sama dan berulang, bangun pagi buru2 siap2 bwat sholat ied, abis itu pulang makan dan buru2 lagi bwat siap2 berangkat nyekar ke tasik. pulang dari tasik dah kecapekan dan ga lama pada tewas, dan besoknya dunia berjalan normal kembali
untuk taun ini berhubung aku banyak ngeliat temen2 di fesbuk yang pada sungkeman, maka aku bertanya soal ini pada si mamah, dan si mamah hanya menjawab
” semua juga sudah mamah maafkan.
sebetulnya asal kamu begitu disuruh langsung mengerjakan juga dah cukup bwat mamah dek. “
sesederhana itu.
mungkin itulah cinta orangtua pada anak2nya, begitu anak2nya berbuat kesalahan, seketika itu juga mereka memaafkan
haha mungkin kami ini bukan keluarga yang romantis, dan seringkali melawan pakem yang ada. sering juga kami memangkas segala macam tradisi dan menyederhanakannya hingga hanya hal2 yang benar2 penting yang tersisa. ekspresi dalam kata2 pun sangat jarang beredar diantara kami. tapi meski begitu kami tau.
itu saja sudah cukup.
n.b: waktu aku minta sungkem sama si mamah, pada akhirnya si mamah malah ngegodain aku habis2an,, dan gagallah acara sungkem2an itu.haha,,
n.b.2: baru ngeh kalo ternyata aku belum minta maaf dan sungkem sama si papah dan si kaka,,dan barusan pas aku bilang sama kakaku reaksinya hanya: “halah..” that’s all.
what a family!
(^ ^)
would u?
I need to know what’s on your mind
I’ll let you know what’s on my mind
I wish they’ve made you portable
Then I’ll carry you around and round
I bet you’ll look good on me
Things won’t be the same without you
Would you be kind enough to remember,,
me
i_m_u
*taken from adelaide sky by adhitia sofyan
sempurna?
jadi,,
malem ini ceritanya mengulang lagu yang sama lagi berkali2, dan tau2 kesadar ada lirik seperti ini:
Ku takkan pernah merasakanmu
Bila kau tak di sini
oh..
dan langsung jadi keinget sama satu teoriku sendiri yang kadang masih bikin aku bingung sendiri. bukan bingung fatal ko, lebih ke bingung gimana ya cara nyampein maksudku?
jadi gini pasti kita dah kenal banget sama istilah “tidak ada seorangpun yang sempurna” ato biar lebih mentereng “nobody’s perfect”
hmm,, bukannya salah siy pendapat ini. cuma apa ya? aku pernah berpikir dan sampe pada satu kesimpulan bahwa sebenarnya
setiap orang itu sempurna adanya.
semua sudah diciptakan oleh Nya sesempurna mungkin. setiap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki setiap hambaNya sudah diperhitungkan dengan serinci2nya dengan hitungan yang tidak akan pernah masuk ke akal manusia. dan pada akhirnya memberikan setiap peran yang berbeda untuk masing2 personil. makanya tidak pernah ada orang yang diciptakan persis sama. semua punya keistimewaan masing2. bahkan saudara2 kita yang memiliki kekurangan fisik sekalipun, mereka sempurna untuk peran mereka kelak. hanya saja kita tidak tahu, kemana jalan nasib akan membawa kita kelak. itu saja. semua indah diMataNya. itu, keyakinanku.
kalo masih juga kita mau cari dimana letak ketidaksempurnaan kita. kurasa lebih tepat bagian yang belum sempurna dari kita adalah mental kita. hati dan akal kita. itu, yang masih juga mudah berubah2. tinggal tergantung bagaimana kita ingin membentuknya. makanya kalo dipikir2 iblis tidak pernah mengganggu kita secara fisik (bener ga ya??mmm,,). tapi pasti mereka menggoda kita secara mental. karena hanya itu yang masih juga belum stabil. dan mungkin susah juga ya kalo ingin menjadikannya sempurna. tapi ya itulah, ketidaksempurnaan itu yang justru bikin dunia berwarna. iya kan??
jadi sekali lagi, ini cuma pikiranku.
physically everybody’s perfect. mentally? nobody’s perfect.
begitulah, apakah maksudku sudah tersampaikan?
aku juga ga tau. semoga aku menyampaikannya secara benar
*mendengarkan lagi lagu jangan kau lepas*
sudahkah?
sebetulnya tulisan kali ini mo ditulis kemaren. tapi berhubung kemarin keasikan nonton serial korea coffee prince, akhirnya ga jadi nulis deh.
jadi, mari….
kemarin sempet kepikiran. kalo ditanya doa apa yang paling aku hafal? aku dengan yakin akan menjawab: doa mo tidur dan doa mo makan!
soalnya itu kegiatan yang paling aku suka, otomatis keulang2 trus. apalagi frekuensinya melakukannya cukup tinggi. nah dua doa lain yang aku juga masih hafal adalah: Doa habis makan dan doa bangun tidur. masih karena dua kegiatan itu adalah hobi beratku. (bener2 ga sehat yak?
).
tapi ada satu hal yang kusadari. dah lama juga siy nyadarnya dan udah berkali2 membiasakannya menjadi satu kegiatan di luar kesadaran, tapi masih sering lupa juga. yaitu membaca dua doa yang terakhir itu. yang lain adalah membiasakan untuk membaca basmalah dan mengucap hamdalah pada tiap2 kegiatan. tapi ya itu. ko ternyata susah ya? padahal satu hal yang sederhana dan tidak sulit bwat dilakukan.
yang paling bikin aku heran adalah, ternyata frekuensiku membaca doa setelah makan dan tidur itu jauh jauh lebih jarang ketimbang aku membaca doa mo makan dan mo tidur. itu, sebetulnya udah kusadari dari lama.
jadi berpikir, jangan2 secara tidak sadar kita jauh lebih jarang bersyukur daripada berharap yak? itu dalam kasusku lho. berharap, ya karena sebelum melakukan sesuatu, doa yang kita panjatkan biasanya berisi harapan semoga kita mendapatkan kelancaran ketika melakukan sesuatu. nah doa setelah kegiatan biasanya berisi rasa syukur kita karena kegiatan kita sudah selesai.
nah pertanyaannya adalah pernah ga kita sekali2 menghitung, dalam satu hari, berapa kali kita sudah bersyukur? 1x, 5x, 25x, ato setiap akhir kegiatan kita? jujur aku ga pernah ngitung. dan kalo mo dihitung, aku yakin banget pasti keluar angka ajaib. maksudnya di bawah 25x. mungkin juga pernah cuma 5x aja sehari. jangan dihitung waktu sholat yak? bwatku itu adalah waktu bercengkerama antar kekasih *kedip2 mata* jadi bersyukur hanya jadi selintas obrolan. sisanya??ya,, segala macam
dan kalo berpikir begini jadi merasa picik sendiri, betapa kita sudah diberi baaannyyyaaaakkkkk sekali hal, tetapi masih juga sangat jaraaaaaaaanggg sekali kita bersyukur. hmm,,,hmmm,,,
bukan mo berlagak suci, ato sok religius, ini cuma introspeksi pribadiku sendiri ko. bahwa ternyata aku sendiri masih jarang banget bersyukur. padahal aku selalu menyadari bahwa setiap harinya aku selalu mendapatkan rejeki. ko bisa? ya iyalah. disadari atau tidak. salah satu contoh rejeki yang paling jelas adalah, kita masih diijinkan hidup sampai saat ini. itu, adalah rejeki dariNya yang tak terhingga. jika Ia tidak mengijinkan, maka besok kita mungkin tidak dapat melihat matahari lagi. makanya aku sendiri pengen banget bisa mengingatkan diriku sendiri untuk selalu bersyukur, setiap detik dalam hidupku, meski saat imanku berada di titik minus (tragis ya?bukan nol lagi tapi minus!!).
jadi,,seperti kata salah satu iklan…
sudahkah kita bersyukur hari ini?
(^ ^)
the last minute of our lives
abis denger dari youtube katanya siy rekaman menit2 terakhir jatuhnya pesawat adam air yang masih diragukan keasliannya.
cuma jadi berpikir. kita ga akan pernah tau kapan saatnya itu menjadi menit2 terakhir dalam kehidupan kita. mungkin aja 5 menit sebelumnya kita masih ketawa2 sama orang yang kita sayang, lalu 5 menit kemudian kita sudah ga ada didunia ini lagi.
jadi ngeri sendiri. mungkin karena masih belum siap. masih banyak hal yang harus diselesaikan. cuma emang kita ga bisa menghindarinya. bersembunyipun percuma. berhati2? kalo memang sudah waktunya pasti ada aja caranya. lalu apa yang bisa kita lakukan?
ga ada. cuma berusahalah yang terbaik untuk hidup ini. itu saja. tapi apakah semudah itu? sama sekali ga. tapi apalagi yang bisa kita lakukan?
sampai jumpa lagi!
hari ini perasaanku campur aduk, sebentar seneng karena akhirnya bisa ngegame civcity lagi sepuasnya (meskipun belum finish2 juga hehe), trus sebentar sedih, trus seneng karena baca badai pasti berlalu, dan terakhir nyaman mungkin ya? aku bingung kata apa yang lebih cocok dari perasaan nyaman.
sedih dan juga kaget, waktu denger berita kalo ada salah satu sahabat yang sudah berangkat duluan menghadap Bos Besar disana. dan ternyata aku ngerasa kehilangan lebih dari yang kubayangkan. jadi keinget2 lagi waktu terakhir kali ketemu dia sekitar akhir bulan maret ato april waktu dia ikut ortunya nganter undangan nikahan kakanya. sekedar informasi, kami adalah teman satu TK dan selalu naik becak langganan yang sama bwat ke TK dengan beberapa temen lainnya. setelah selese TK kami pisah sekolah terus sampe kuliah ini. jadi bisa dibilang dah lama banget juga aku ga ketemu sama dia. sempet tukeran nomer hp dan janji bakal main bareng sekalian sama ro2, sekalian nostalgia. cuma sayangnya kami masing2 sibuk dengan urusan kuliah, sampe akhirnya janji itu belum sempat terlaksana, sampe hari ini.
dan ya, sekali lagi diluar dugaan aku bersedih lebih dari yang kubayangkan sebelumnya. jadi keinget2 lagi ceriwisnya yang bercerita dengan ramainya tentang kuliah, dan hidupnya.
sungguh Allah Maha Besar, sebelum diambilnya sahabatku itu, disempatkannya aku ketemu lagi dan berbagi cerita lagi dengannya. mungkin kalo seandainya waktu itu kami ga sempet ketemu, perasaanku mungkin ga akan sesedih ini, atau mungkin menyesal karena ga sempat ketemu sebelum dia pergi.
bagaimanapun, jadi berfikir lagi, kita ga akan tau sampai kapan Dia mengijinkan kita untuk singgah di dunia ini. sewaktu2 kita bisa dipanggilnya pulang.
jadi…,
apa yang harus kita lakukan sekarang?
p.s: bwat widya fadillah (dilla), semoga tempat terbaik di SisiNya untukmu kawan,,
kembali
masihkah Kau disitu?
atau sudahkah Kau palingkan wajahMu?
Lagi dan lagi kutepikan hadirMU
melangkahkan kaki kearah yang berlawanan dengan keberadaanMu
masihkah Kau mencintaiku seperti sebelumnya?
memaafkan kesalahanku seperti sebelumnya?
masih banggakah Kau akan ku?
Layakkah aku untuk selalu kembali padaMu?
bumi arafah yang semakin menjauh,
mengabur dan hanya tinggal bayang semu di hatiku
lupakah ku akan cintaMu?
yang demikian besarnya, hingga selalu Kau menatapku?
Sungguh, takkan pernah cukup
Setiap tetes air mata yang mengalir dari hati ini
Untuk menghapuskan setiap langkah yang pernah terlalui
Hanya pinta yang tersisa, pintaku akan cinta kasihMu
Sungguh,,
Ya Rabb, kurindukan selalu cintaMu dalam setiap sisi hidupku