dapurkita


introspeksi

Ditulis dalam d' corner of my brain, luv scene, personal, relationship oleh yulia di/pada 11 November, 2009

kadang kupikir bahkan seorang dokter pun tidak bisa mendiagnosa dengan tepat apa penyakit yang dideritanya sendiri.

kalo aku ga salah ingat pun, ada kode etik dokter yang menyatakan dia tidak boleh merawat pasien yang masih ada hubungan kerabat dengan dia. aku ga tau pasti, kalo salah maaf ya?

manusia seringkali bisa dengan mudah melihat apa yang salah dari orang lain. apa kekurangannya.

bisa dengan gampang memberikan kritik dan saran.

tapi saat dia dihadapkan sama dirinya sendiri. seringnya dia jadi tidak tahu dimana letak kesalahannya. merasa bahwa dirinya sudah melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan.

introspeksi jadi satu kata sederhana yang sangat sulit untuk dimaknai, dipahami, dan dijalankan seperti halnya ikhlas.

kadang bertanya pada yang bersangkutan pun kita belum tentu akan mendapatkan jawaban pasti di sebelah mana tepatnya kesalahan kita. pada akhirnya kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk mencari jawaban yang benar, mungkin tidak tepat benar, tapi paling tidak mendekati.

tapi jika sampai akhir pun kita tidak tau dimana salah kita, bagaimana cara kita memperbaikinya?

and somehow, i still wondering, where did i go wrong?

could it be?

Ditulis dalam d' corner of my brain, luv scene, personal, relationship, soul oleh yulia di/pada 18 Oktober, 2009

so,

i’ve been promissed to myself to not write such an explisit post about this. but something weird happened just now, and made me thinking.

so i just finished my night prayer and waiting for the shubuh prayer, when i opened my facebook. and like i used to do, i opened someone’s wall. read it all over again. being a masochist for my self :-D then i realized there some post that missing from the wall. the post are just jump from some newest post, skip the post that made me sad for this couples day, to the post where i commented a few months ago, when our relationship on it’s best shape. i kinda surprised when i found this. and i try to scrolled up and down, checking if only my eyes got me wrong. but it wasn’t. and i started to think that it might be some bugs took part on this. but after i refreshed the wall, the post were showed up like it used to be. such a coincidence.

but since i believed there’s no coincidence in this world,i started to think, could it be it’s Allah’s way to answer my prayer? to just remember the good part, skip the worst and just moved on?

my name means

Ditulis dalam daily, personal, special oleh yulia di/pada 9 Agustus, 2009

jadi,

tadi iseng sama penyanyi ukraina Jamala, eh malah ketemu sama situs yang ngasih arti nama bayi. dari situ aku baru tau kalo nama jamala berasal dari bahasa swahili yang artinya ramah -friendly, well mannered-. dan iseng aku ketik namaku, yulia. soalnya selama ini kalo cari nama yulia rasanya jarang banget ada, ada juga paling julia.

tapi surprise, ternyata ada namaku,, ini hasilnya

YULIA

The meaning of the name Yulia is Youthful, Downy

The origin of the name Yulia is Russian

haha,,baru tau kalo origin namaku berasal dari Rusia. padahal aku tau pasti si papah itu ngambil namaku terang2 dari nama bulan kelahiranku, dan artinya ya bulan juli. ternyata bisa punya arti lain :p

ngomong2 soal nama, ternyata masih ada juga loh temen2 yang masih suka salah atau bertanya aku lahir bulan apa?meski emang ada juga siy orang lain yang punya nama julia tapi bukan lahir bulan juli.

tapi ya tetep aja, setiap kali ketemu pertanyaan itu, terang langsung bikin aku ngerasa geli sendiri hehe :D

time

Ditulis dalam d' corner of my brain, luv scene, personal, relationship oleh yulia di/pada 18 Juli, 2009

so,

yes there’s something happened, i can’t say what.

makes me thinks a lot.

maybe it’s time to move on.

so just move on.

but why i found it harder than i thought?

just need more time.

it’ll end someday.

just need more time.

maybe for the best.

hoping as i can.

don’t want to regret anything.

and at the end of the day

i’ll be just fine.

just need more time.

i need more time.

*maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan),

tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)

(al Insyirah : 7)

and the show still go on

Ditulis dalam d' corner of my brain, personal, special oleh yulia di/pada 12 Juli, 2009

jadi,

2 hari yang lalu,ponakanku tersayang bertanya,

“anti, anti sekarang umurnya berapa 23 ato 24??” dan demi melihat wajah bundarnya, aku akhirnya menjawab iseng,

“anti sekarang 23 tahun, 11 bulan dan 28 hari kaka, nah 2 hari lagi baru anti 24″ dan wajahnyapun semakin membulat dalam usahanya memahami jawabanku ;p

jadi inget,dulu waktu jaman lebih muda rasanya selalu euforia setiap kali menjelang hari lahir. padahal dirayain juga ga. karena aku selalu ultah pas liburan panjang kenaikan kelas, alhasil rata2 temen2 udah pada keluar kota. cuma sekali sempet agak semi dirayakan, waktu kelas 1 sma, itu juga karena kelas kami saking kompaknya dan mereka pada main aja gitu kerumah,tanpa kartu undangan, dan tanpa kue ultah ;D

baru setelah kuliah dan dapet uang bulanan, mulai ada acara kecil2an sama sahabat2 dekat, ya ga banyak cuma itu2 aja dan cuma makan ditempat yang agak “sedikit” lebih spesial.

tapi sejak ditanya ponakanku 2 hari yang lalu itu, aku jadi sedikit menyadari bahwa euforia itu sudah sangat sangat berkurang. mungkin karena sudah lebih dewasa, mungkin juga karena emang ga tradisi di keluarga, mungkin karena lagi pusing mikirin urusan ngelamar kerja,mungkin juga karena sadar diri bahwa semua sekarang sudah sangat berbeda.

maka jadilah, hari ini terlewati tetap tanpa kue ultah, syukuran,dan semua hal yang berkaitan dengan ultah.

hanya ada sedikit kemewahan dengan meminta si papah membuatkan mie rebus + telur as a birthday gift, ucapan met ultah dari temen2 di fesbuk, kedatangan Roro with her special present (tengkyu say) dan 20 menit menelepon dia. sederhana. karena memang hanya itu yang bisa kuminta.

tapi itupun aku sudah bersyukur. paling ga, tidak ada kabar tentang si papah yang masuk rumah sakit kaya 4 taun lalu.

ini hanyalah satu hari diantara 365 hari dalam setahun, menjadi istimewa karena kita lahir pada hari itu. dan ini hanya akan menjadi 24 jam teristimewa kita dalam setahun ini. disyukuri dan dinikmati saja.

dan setelah 24 jam ini habis, maka kita harus kembali lagi ke kenyataan.

karena hidup tidak akan pernah menunngu kita.

it’s not the show must go on, but more about the show still go on.

masih ada hari2 yang harus dilalui. dan karena saya sudah terlambat dari target, maka sekarang harus mulai balik fokus lagi ke tujuan semula. harus lebih pandai bersabar dan bersyukur, toh semua demi hidup di suatu masa yang akan datang.

dan seandainya aku bisa meminta, aku ingin meminta dimaafkan semua kesalahanku sebelum dan yang akan mungkin kulakukan sama teman2 semua.

terimakasih sudah menemani sekian lama dan terus membahagiakanku dengan kehadiran kalian.

(^ ^)

*semoga selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur kepadaNya…

gamang

Ditulis dalam d' corner of my brain, learning.., nostalgila, personal oleh yulia di/pada 1 April, 2009

bwat orang yang pernah tinggal di jogja, pasti tau yang namanya selokan mataram. selokan ini bisa dibilang cukup terkenal juga di jogja. bahkan kadang dijadikan satu acuan untuk menuju ke suatu tempat. karena di samping selokan mataram ini ada jalan yang bisa dilalui dan itu cukup menyingkat waktu perjalanan. salah satunya adalah jalan yang menuju ke arah seturan dari jalan gejayan (jalan affandi sekarang). dan jujur setiap kali lewat situ aku selalu gamang, mungkin karena aku ga bisa berenang, jadi suka agak phobia kalo lewat situ, takut kalo2 terperosok ke selokan apalagi kalo lagi naik motor ;D

bicara soal selokan, dulu waktu aku masih kecil pernah ada satu kejadian yang melegenda banget di keluargaku. yaitu kejadian aku jatuh ke dalam got a.k.a selokan ;p

waktu itu masih sd kayanya. dan semua berawal oleh rasa penasaranku atas bibir selokan yang disemen di depan rumah. bibir selokan itu sempit pastinya. dibatasi oleh pagar dan sejumput halaman rumput yang dibatasi oleh trotoar. dan tempat itu sebetulnya sama sekali bukan tempat yang layak untuk dipakai sebagai jalur jalan. karena jelas didepan trotoar ada jalan yang cukup luas untuk dilalui dan bahkan cukup untuk lewat 2 buah mobil yang berpapasan.

tapi ya,, namanya juga anak2,, semakin sulit,, semakin menantang rasanya. apalagi beberapa temen2 main sering juga ada yang lewat situ. maka semakin penasaranlah diriku saat itu. waktu itu si mamah yang sudah melihat gelagat ga baik dari anaknya ini sudah dengan tegas mengingatkanku untuk tidak melakukan tindakan yang mengancam keamanan tersebut bahkan melarangku untuk dekat2 dengan selokan.

dan semua itu malah semakin membuatku merasa tertantang sampai akhirnya pada suatu hari aku memutuskan untuk : BERJALAN DI BIBIR SELOKAN!! ;p

langkah2 awal terasa sangat luar biasa dan aku mulai merasa pede, ternyata semua tidak semengerikan yang kubayangkan. dan tepat saat aku berpikir begitu,, saat itu juga LANGSUNG aku kepleset dan masuk ke selokan!!

si mamah yang ngedenger tangisanku waktu itu langsung ngangkut aku sambil ngomel2. dan hari itu aku langsung dapet kehormatan bwat mandi di WC!! (fyi: dulu di rumah dinas yang sebelumnya KM dan WC terletak dalam dua ruangan yang berbeda.) ;D dan kejadian ini selalu diceritakan kembali berulang2 sama kami berdua kalo kami sedang membahas kekeraskepalaanku hehe..

dan setelah hari itu apakah aku sudah trauma dan tidak mau jalan lagi di bibir selokan itu??nope! sama sekali tidak saudara2!!;D i still doin’ that thing!but with more carefull of course.

inti dari cerita ini adalah, sejak kejadian itu aku belajar untuk lebih berhati2 dalam berjalan. tidak hanya sekedar berjalan di bibir selokan, tapi juga dalam menghadapi persoalan sehari2. jika aku merasa jalan yang akan kulalui akan beresiko, maka aku akan menganalisanya terlebih dahulu. apa saja yang kubutuhkan untuk melewati jalan itu? perlukah aku melalui jalan itu? ato harus kutinggalkan saja? (makanya meta bilang aku orang yang selalu cari aman ;p) apa saja yang harus kuperhatikan? dan tetap berjalan dengan penuh kewaspadaan. meskipun pada akhirnya aku tetap terperosok, tapi paling tidak, kejadian itu kuusahakan untuk tidak terulang untuk selanjutnya.

salah satu hal yang sedang kujalani sekarang, tau2 aja mengingatkan aku akan kejadian terperosok dalam selokan ini. meskipun aku sudah memikirkannya bener2, sudah kuterima semua konsekuensinya dan aku jalani dengan penuh kesadaran, tetap saja, kadang rasa gamang itu masih juga muncul. kalo dibilang butuh diyakinkan, kurang apalagi? semua sudah sampai batas maksimalnya. mau dilepaskan tapi rasanya ko masih belum mau menyerah begitu saja?

dan sekarang aku mulai bertanya2,

cukupkah mendasarkan sesuatu hanya pada satu hal yang bahkan masih belum pasti?

menjadi bijak

Ditulis dalam d' corner of my brain, learning.., luv scene, personal oleh yulia di/pada 5 Oktober, 2008
Tags: , , ,

sebelumnya saya mau mengucapkan….

SELAMAT LEBARAN TEMAN – TEMAN!!!!

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN,, MAAFIN SEMUA SALAHKU YAK??? :D

jadi,,

ada satu teori yang aku pernah dengar dan menyatakan bahwa perempuan akan memilih lelaki yang dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan. dan orang tua biasanya akan memberikan nasihat pada anak gadisnya seperti ini

” lebih baik kamu yang dicintai daripada kamu yang mencintai nduk. soalnya jatuh ke badannya lebih enak”. bener ga?

dulu pernah ada masanya aku juga menganggap hal ini lebih baik bagi perempuan (untuk memilih lelaki yang mencintainya), dan adalah hal yang mudah untuk mencintai lelaki yang mencintai kita. karena ya,, seperti kata pepatah, witing tresna jalaran saka kulina (dengan logat ngapak banyumasan hehe). jadi cinta bisa tumbuh seiring sejalan dengan perkembangan hubungan.

tapi, saat aku dihadapkan pada hal ini secara langsung, kenapa semuanya jadi tidak segampang teorinya ya? ada perasaan ga rela juga. dan berharap pada satu hal yang sangat tidak pasti.

dan tiba – tiba malam ini jadi merasa tidak puas pada diri sendiri.

aku pusing, bingung, shock, dan pengen kabur lagi.

jadi menyadari kalo ternyata aku tidak sesiap yang kusangka, dan masih belum sedewasa yang kuusahakan.

masih banyak sekali yang harus kupelajari, dan yang paling utama adalah belajar berpikir dan bersikap bijak, pada diri sendiri dan orang2 di sekitarku..

sudahkah?

Ditulis dalam d' corner of my brain, daily, learning.., personal, soul oleh yulia di/pada 24 September, 2008
Tags: , , ,

sebetulnya tulisan kali ini mo ditulis kemaren. tapi berhubung kemarin keasikan nonton serial korea coffee prince, akhirnya ga jadi nulis deh.

jadi, mari…. :D

kemarin sempet kepikiran. kalo ditanya doa apa yang paling aku hafal? aku dengan yakin akan menjawab: doa mo tidur dan doa mo makan!

soalnya itu kegiatan yang paling aku suka, otomatis keulang2 trus. apalagi frekuensinya melakukannya cukup tinggi. nah dua doa lain yang aku juga masih hafal adalah: Doa habis makan dan doa bangun tidur. masih karena dua kegiatan itu adalah hobi beratku. (bener2 ga sehat yak? :D ).

tapi ada satu hal yang kusadari. dah lama juga siy nyadarnya dan udah berkali2 membiasakannya menjadi satu kegiatan di luar kesadaran, tapi masih sering lupa juga. yaitu membaca dua doa yang terakhir itu. yang lain adalah membiasakan untuk membaca basmalah dan mengucap hamdalah pada tiap2 kegiatan. tapi ya itu. ko ternyata susah ya? padahal satu hal yang sederhana dan tidak sulit bwat dilakukan.

yang paling bikin aku heran adalah, ternyata frekuensiku membaca doa setelah makan dan tidur itu jauh jauh lebih jarang ketimbang aku membaca doa mo makan dan mo tidur. itu, sebetulnya udah kusadari dari lama.

jadi berpikir, jangan2 secara tidak sadar kita jauh lebih jarang bersyukur daripada berharap yak? itu dalam kasusku lho. berharap, ya karena sebelum melakukan sesuatu, doa yang kita panjatkan biasanya berisi harapan semoga kita mendapatkan kelancaran ketika melakukan sesuatu. nah doa setelah kegiatan biasanya berisi rasa syukur kita karena kegiatan kita sudah selesai.

nah pertanyaannya adalah pernah ga kita sekali2 menghitung, dalam satu hari, berapa kali kita sudah bersyukur? 1x, 5x, 25x, ato setiap akhir kegiatan kita? jujur aku ga pernah ngitung. dan kalo mo dihitung, aku yakin banget pasti keluar angka ajaib. maksudnya di bawah 25x. mungkin juga pernah cuma 5x aja sehari. jangan dihitung waktu sholat yak? bwatku itu adalah waktu bercengkerama antar kekasih *kedip2 mata* jadi bersyukur hanya jadi selintas obrolan. sisanya??ya,, segala macam :D

dan kalo berpikir begini jadi merasa picik sendiri, betapa kita sudah diberi baaannyyyaaaakkkkk sekali hal, tetapi masih juga sangat jaraaaaaaaanggg sekali kita bersyukur. hmm,,,hmmm,,,

bukan mo berlagak suci, ato sok religius, ini cuma introspeksi pribadiku sendiri ko. bahwa ternyata aku sendiri masih jarang banget bersyukur. padahal aku selalu menyadari bahwa setiap harinya aku selalu mendapatkan rejeki. ko bisa? ya iyalah. disadari atau tidak. salah satu contoh rejeki yang paling jelas adalah, kita masih diijinkan hidup sampai saat ini. itu, adalah rejeki dariNya yang tak terhingga. jika Ia tidak mengijinkan, maka besok kita mungkin tidak dapat melihat matahari lagi. makanya aku sendiri pengen banget bisa mengingatkan diriku sendiri untuk selalu bersyukur, setiap detik dalam hidupku, meski saat imanku berada di titik minus (tragis ya?bukan nol lagi tapi minus!!).

jadi,,seperti kata salah satu iklan… ;)

sudahkah kita bersyukur hari ini?

(^ ^)

sesame street

Ditulis dalam my fave, nostalgila, personal, special oleh yulia di/pada 13 September, 2008
Tags: , ,

mungkin beberapa orang familiar dengan yang namanya sesame street, acara yang dulu tayang hampir setiap hari di salah satu tv swasta yang baru tayang selama beberapa waktu. waktu itu acaranya masih berbahasa inggris dan isi acaranya adalah perkenalan tentang huruf dan angka yang disuguhkan secara menarik dengan menggunakan boneka2 tangan.

dulu saking sukanya sama acara ini, aku pasti selalu nangkring didepan tv tepat waktu, tidak telat barang semenitpun! dan menonton sampai bener2 abis, baru mengerjakan kegiatan lainnya. sampai2 waktu jadwal acaranya pindah ke jam 14, aku bela2in nonton dulu baru berangkat ngaji, meskipun harus terlambat beberapa menit :D

elmo, big bird, bert, ernie, cookie monster, kermit the frog, sampe oscar monster tempat sampah jadi temen2 hari2ku. cuma berhubung aku tinggal di kota kecilku tercinta, akses untuk mendapatkan item acara favoritku ini jadi terhambat berat. dan waktu itu kayanya barang2 kaya gitu bakal susah banget terjangkau sama si papah. alhasil, kecintaanku terhadap hal ini berhenti sampai di setia menonton dengan tepat waktu jadi ga ada yang kelewat.

diantara tokoh2 sesame street yang banyak itu, favoritku adalah si monster berwarna biru yang suka banget sama cookies, dan kalo dah makan cookies, wuiihh,, kalapnya bukan main!! (jadi teringat pada diri sendiri :D ).

dan tadi pas iseng2 surfing, aku nemuin video ini di youtube dan jadi ngakak2 sendiri sekaligus bernostalgia hehe,, lumayan bwat penghibur di jumat malam yang menyenangkan.

enjoy! :D

teror

Ditulis dalam personal, relationship oleh yulia di/pada 8 September, 2008

yang namanya diteror pasti sangat tidak menyenangkan. kupikir hampir semua orang bakal setuju dengan pendapat ini. teror pasti bikin suasana jadi ga menyenangkan, mengganggu ketentraman, dan bikin perasaan jadi ga enak. yang paling ga enak ya kalo teror itu dah mengganggu aktivitas kita.

aku ga lagi bicara teror dalam skala besar ko. cuma teror kecil2an yang berkaitan dengan beberapa miscall2 ga jelas. ga jelas siapa orangnya. yang kalo kita angkat langsung di reject dan kalo kita tanya malah nyelimur ga jelas.

kalo seandainya yang kita hadapi adalah orang dewasa atau paling ga orang yang sepantar dengan kita, itu-meskipun masih sangat menyebalkan- masih lebih lumayan, karena paling ga kita bisa ngomong terus terang soal kita merasa terganggu, ato kalo masih ga mempan kita bisa melakukan hal2 jahat macam mereject dll tanpa merasa bersalah.

nah yang jadi masalah adalah, kalo seandainya sang peneror adalah anak2 yang umurnya jelas jauh dibawah kita dan kebetulan kita kenal dengan baik. apa yang harus kita lakukan?

itu yang akhir2 ini sedang kuhadapi. awalnya sempet juga kutanggapi karena rasanya ga enak kalo ga nanggapi, dan kebayang2 muka mereka yang kecewa kalo seandainya aku ga membalas. ditambah lagi dengan komentar dari si mamah soal kalo seandainya hal itu kejadian ke anakku kelak.

cuma ko lama2 jadi ga nyaman juga ya?apalagi waktu dah mulai komplain dan memaksa. di satu sisi rasanya kesel banget ga pengen balesin lagi, apalagi kalo dah mulai ngerasa konyol dengan menanggapi mereka. tapi di sisi lain tetep juga ada perasaan bersalah kalo mo nyuekin, apalagi ada kekhawatiran kalo mereka langsung menilai aku negatif. serba salah.

arrghhh!!!

rasanya hampir frustasi ngurusin hal sepele kaya gini. padahal masih ada sejuta hal lain yang harus dipikirkan. :(

akhirnya aku mengambil keputusan tidak menanggapi miscall2 mereka dan beberapa sms, kecuali yang isinya baik2. dan berhenti menanggapi saat isinya mulai lagi membuat hati ga nyaman.

apakah keputusanku benar atau salah?aku juga ga tau.

yang aku harapkan adalah moga2 hal ini ga berbalik kearahku nantinya…

Halaman Berikutnya »