thought of the day
and so i believe,
If God took something from us, God will gives us something better in return.
and just like that
he’s just not that into you
so,
just watched this movie, and love it so much! makes me think lot of things. i recomend this movie, and wanna share the thoughts also hoho
“girls are taught a lot of stuff growing up:
if a guy punches you, he likes you.
never try to trim your own bangs
and someday, you will meet a wonderful guy and get your very own happy ending.
every movie we see, every story we’re told implores us to wait for it.
the third act twist:
the unexpected declaration of love.
the exception to the rule.
but sometimes we’re so focused on finding our happy ending,
we don’t learn how to read the signs.
how to tell the ones who want us from the ones who don’t.
the ones who’ll stay from the ones who’ll leave.
and maybe this happy ending doesn’t include a wonderful guy.
maybe it’s you…
on your own…
…picking up the pieces and starting over.
freeing yourself up for something better in the future.
maybe the happy ending is just…
moving on.
or maybe the happy ending is this:
knowing that through all the unreturned phone calls and broken hearts…
through all the blunders and misread signals…
through all the pain and embarrassment…
you never, ever gave up hope.”
* taken from the movie he’s just not that into you
** wish that i’ll be the exception for someone…
…someday
gamang
bwat orang yang pernah tinggal di jogja, pasti tau yang namanya selokan mataram. selokan ini bisa dibilang cukup terkenal juga di jogja. bahkan kadang dijadikan satu acuan untuk menuju ke suatu tempat. karena di samping selokan mataram ini ada jalan yang bisa dilalui dan itu cukup menyingkat waktu perjalanan. salah satunya adalah jalan yang menuju ke arah seturan dari jalan gejayan (jalan affandi sekarang). dan jujur setiap kali lewat situ aku selalu gamang, mungkin karena aku ga bisa berenang, jadi suka agak phobia kalo lewat situ, takut kalo2 terperosok ke selokan apalagi kalo lagi naik motor ;D
bicara soal selokan, dulu waktu aku masih kecil pernah ada satu kejadian yang melegenda banget di keluargaku. yaitu kejadian aku jatuh ke dalam got a.k.a selokan ;p
waktu itu masih sd kayanya. dan semua berawal oleh rasa penasaranku atas bibir selokan yang disemen di depan rumah. bibir selokan itu sempit pastinya. dibatasi oleh pagar dan sejumput halaman rumput yang dibatasi oleh trotoar. dan tempat itu sebetulnya sama sekali bukan tempat yang layak untuk dipakai sebagai jalur jalan. karena jelas didepan trotoar ada jalan yang cukup luas untuk dilalui dan bahkan cukup untuk lewat 2 buah mobil yang berpapasan.
tapi ya,, namanya juga anak2,, semakin sulit,, semakin menantang rasanya. apalagi beberapa temen2 main sering juga ada yang lewat situ. maka semakin penasaranlah diriku saat itu. waktu itu si mamah yang sudah melihat gelagat ga baik dari anaknya ini sudah dengan tegas mengingatkanku untuk tidak melakukan tindakan yang mengancam keamanan tersebut bahkan melarangku untuk dekat2 dengan selokan.
dan semua itu malah semakin membuatku merasa tertantang sampai akhirnya pada suatu hari aku memutuskan untuk : BERJALAN DI BIBIR SELOKAN!! ;p
langkah2 awal terasa sangat luar biasa dan aku mulai merasa pede, ternyata semua tidak semengerikan yang kubayangkan. dan tepat saat aku berpikir begitu,, saat itu juga LANGSUNG aku kepleset dan masuk ke selokan!!
si mamah yang ngedenger tangisanku waktu itu langsung ngangkut aku sambil ngomel2. dan hari itu aku langsung dapet kehormatan bwat mandi di WC!! (fyi: dulu di rumah dinas yang sebelumnya KM dan WC terletak dalam dua ruangan yang berbeda.) ;D dan kejadian ini selalu diceritakan kembali berulang2 sama kami berdua kalo kami sedang membahas kekeraskepalaanku hehe..
dan setelah hari itu apakah aku sudah trauma dan tidak mau jalan lagi di bibir selokan itu??nope! sama sekali tidak saudara2!!;D i still doin’ that thing!but with more carefull of course.
inti dari cerita ini adalah, sejak kejadian itu aku belajar untuk lebih berhati2 dalam berjalan. tidak hanya sekedar berjalan di bibir selokan, tapi juga dalam menghadapi persoalan sehari2. jika aku merasa jalan yang akan kulalui akan beresiko, maka aku akan menganalisanya terlebih dahulu. apa saja yang kubutuhkan untuk melewati jalan itu? perlukah aku melalui jalan itu? ato harus kutinggalkan saja? (makanya meta bilang aku orang yang selalu cari aman ;p) apa saja yang harus kuperhatikan? dan tetap berjalan dengan penuh kewaspadaan. meskipun pada akhirnya aku tetap terperosok, tapi paling tidak, kejadian itu kuusahakan untuk tidak terulang untuk selanjutnya.
salah satu hal yang sedang kujalani sekarang, tau2 aja mengingatkan aku akan kejadian terperosok dalam selokan ini. meskipun aku sudah memikirkannya bener2, sudah kuterima semua konsekuensinya dan aku jalani dengan penuh kesadaran, tetap saja, kadang rasa gamang itu masih juga muncul. kalo dibilang butuh diyakinkan, kurang apalagi? semua sudah sampai batas maksimalnya. mau dilepaskan tapi rasanya ko masih belum mau menyerah begitu saja?
dan sekarang aku mulai bertanya2,
cukupkah mendasarkan sesuatu hanya pada satu hal yang bahkan masih belum pasti?
sempurna?
jadi,,
malem ini ceritanya mengulang lagu yang sama lagi berkali2, dan tau2 kesadar ada lirik seperti ini:
Ku takkan pernah merasakanmu
Bila kau tak di sini
oh..
dan langsung jadi keinget sama satu teoriku sendiri yang kadang masih bikin aku bingung sendiri. bukan bingung fatal ko, lebih ke bingung gimana ya cara nyampein maksudku?
jadi gini pasti kita dah kenal banget sama istilah “tidak ada seorangpun yang sempurna” ato biar lebih mentereng “nobody’s perfect”
hmm,, bukannya salah siy pendapat ini. cuma apa ya? aku pernah berpikir dan sampe pada satu kesimpulan bahwa sebenarnya
setiap orang itu sempurna adanya.
semua sudah diciptakan oleh Nya sesempurna mungkin. setiap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki setiap hambaNya sudah diperhitungkan dengan serinci2nya dengan hitungan yang tidak akan pernah masuk ke akal manusia. dan pada akhirnya memberikan setiap peran yang berbeda untuk masing2 personil. makanya tidak pernah ada orang yang diciptakan persis sama. semua punya keistimewaan masing2. bahkan saudara2 kita yang memiliki kekurangan fisik sekalipun, mereka sempurna untuk peran mereka kelak. hanya saja kita tidak tahu, kemana jalan nasib akan membawa kita kelak. itu saja. semua indah diMataNya. itu, keyakinanku.
kalo masih juga kita mau cari dimana letak ketidaksempurnaan kita. kurasa lebih tepat bagian yang belum sempurna dari kita adalah mental kita. hati dan akal kita. itu, yang masih juga mudah berubah2. tinggal tergantung bagaimana kita ingin membentuknya. makanya kalo dipikir2 iblis tidak pernah mengganggu kita secara fisik (bener ga ya??mmm,,). tapi pasti mereka menggoda kita secara mental. karena hanya itu yang masih juga belum stabil. dan mungkin susah juga ya kalo ingin menjadikannya sempurna. tapi ya itulah, ketidaksempurnaan itu yang justru bikin dunia berwarna. iya kan??
jadi sekali lagi, ini cuma pikiranku.
physically everybody’s perfect. mentally? nobody’s perfect.
begitulah, apakah maksudku sudah tersampaikan?
aku juga ga tau. semoga aku menyampaikannya secara benar
*mendengarkan lagi lagu jangan kau lepas*
emansipasi
sempet sharing sama salah satu temen dan dilanjutkan dengan sharing lebih jauh dengan teman yang lain (efek ber-YM! ria di malam hari
), dan jadi berpikir,
apa yang terjadi jika ada seorang perempuan yang mengajak seorang laki2 berkenalan lebih dulu?
kalo kita melihat di zaman apa kita hidup dan ditengah serunya isu emansipasi wanita sekarang, seharusnya siy itu adalah satu hal yang biasa saja. sekarangpun aku yakin ada beberapa laki2 yang beranggapan kalo itu adalah hal yang wajar. tapi tetep aja kan, masih ada paling ga 50% laki2 yang menganggap kalo itu (ngajak mereka kenalan lebih dulu) adalah satu hal yang ga wajar, dan bahkan tabu.
aku sendiri sebagai perempuan yang dibesarkan dengan tradisi jawa yang cukup kuat, tanpa sadar jadi membatasi diri juga. dan pada akhirnya berpengaruh pada pola pikirku ini. bahwa ada bagian2 dalam hubungan laki2 – perempuan dimana perempuan bisa ambil inisiatif untuk maju dan ada juga masanya perempuan duduk diam dan menanti.
masalahnya adalah, kalo perempuan ini sudah duduk diam dan menanti, ternyata laki2 itu ga ngeh juga gimana?
nah itu dia repotnya.
tinggal masalah gengsi. apakah perempuan ini mau menundukkan gengsinya sejenak dan bergerak maju dengan harapan laki2 itu tidak berpikir negatif atau mendapat resiko ditolak. atau tetap saja mempertahankan ego dan gengsi untuk kemudian pulang dengan tangan hampa?
itulah emansipasi, satu kata dengan makna yang megah, namun pada aplikasinya tetap saja terbatasi oleh pola pikir masing2 pemerannya.
jadi inget cerita tentang gajah. ini cerita favoritku, yang sering banget aku ceritain kalo lagi inget.
jadi, ada seekor anak gajah yang baru saja ditangkap. kakinya diikatkan ke bilah kayu yang ditanam di tanah. setiap kali anak gajah itu berusaha melarikan diri, kakinya pasti akan selalu tertahan oleh ikatan itu. semakin keras dia berusaha melepaskan diri, semakin keras ikatan itu menahannya dan semakin sakit kaki anak gajah itu jadinya. selama berbulan2 hingga tahun anak gajah itu mencoba. dan semakin lama anak gajah itu semakin kehilangan semangat untuk melepaskan diri. sampai akhirnya dia menjadi gajah dewasa, dan bilah kayu itu semakin lapuk. tapi masih saja dia tidak berani untuk melepaskan diri. karena pikiran bahwa bila dia melarikan diri kakinya akan menjadi sakit masih tertanam dalam pikirannya dan pada akhirnya tersimpan di alam bawah sadarnya.
kadang kita ga sadar bahwa yang membatasi kita adalah rasa takut kita sendiri. dan seringnya perempuan merasa takut akan hal2 yang ga penting. termasuk aku juga. hehe makanya setiap kali aku merasa takut, aku pasti akan selalu teringat cerita ini.
emanipasi mungkin harus dihadapi dengan lebih bijak lagi oleh para perempuan dimanapun dia berada. apapun latar belakangnya. sehingga semuanya tetap pada porsinya. tidak kurang sehingga langkah kita terbatasi, tapi juga tidak berlebih agar nantinya tidak memberikan efek buruk bagi perempuan itu sendiri.
bagaimanapun, bwat semua perempuan meskipun bukan hari kartini atau hari perempuan, tetap semangat!
karena kita bisa melakukan hal – hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya
(^ ^)
menjadi bijak
sebelumnya saya mau mengucapkan….
SELAMAT LEBARAN TEMAN – TEMAN!!!!
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN,, MAAFIN SEMUA SALAHKU YAK???
jadi,,
ada satu teori yang aku pernah dengar dan menyatakan bahwa perempuan akan memilih lelaki yang dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan. dan orang tua biasanya akan memberikan nasihat pada anak gadisnya seperti ini
” lebih baik kamu yang dicintai daripada kamu yang mencintai nduk. soalnya jatuh ke badannya lebih enak”. bener ga?
dulu pernah ada masanya aku juga menganggap hal ini lebih baik bagi perempuan (untuk memilih lelaki yang mencintainya), dan adalah hal yang mudah untuk mencintai lelaki yang mencintai kita. karena ya,, seperti kata pepatah, witing tresna jalaran saka kulina (dengan logat ngapak banyumasan hehe). jadi cinta bisa tumbuh seiring sejalan dengan perkembangan hubungan.
tapi, saat aku dihadapkan pada hal ini secara langsung, kenapa semuanya jadi tidak segampang teorinya ya? ada perasaan ga rela juga. dan berharap pada satu hal yang sangat tidak pasti.
dan tiba – tiba malam ini jadi merasa tidak puas pada diri sendiri.
aku pusing, bingung, shock, dan pengen kabur lagi.
jadi menyadari kalo ternyata aku tidak sesiap yang kusangka, dan masih belum sedewasa yang kuusahakan.
masih banyak sekali yang harus kupelajari, dan yang paling utama adalah belajar berpikir dan bersikap bijak, pada diri sendiri dan orang2 di sekitarku..
sudahkah?
sebetulnya tulisan kali ini mo ditulis kemaren. tapi berhubung kemarin keasikan nonton serial korea coffee prince, akhirnya ga jadi nulis deh.
jadi, mari….
kemarin sempet kepikiran. kalo ditanya doa apa yang paling aku hafal? aku dengan yakin akan menjawab: doa mo tidur dan doa mo makan!
soalnya itu kegiatan yang paling aku suka, otomatis keulang2 trus. apalagi frekuensinya melakukannya cukup tinggi. nah dua doa lain yang aku juga masih hafal adalah: Doa habis makan dan doa bangun tidur. masih karena dua kegiatan itu adalah hobi beratku. (bener2 ga sehat yak?
).
tapi ada satu hal yang kusadari. dah lama juga siy nyadarnya dan udah berkali2 membiasakannya menjadi satu kegiatan di luar kesadaran, tapi masih sering lupa juga. yaitu membaca dua doa yang terakhir itu. yang lain adalah membiasakan untuk membaca basmalah dan mengucap hamdalah pada tiap2 kegiatan. tapi ya itu. ko ternyata susah ya? padahal satu hal yang sederhana dan tidak sulit bwat dilakukan.
yang paling bikin aku heran adalah, ternyata frekuensiku membaca doa setelah makan dan tidur itu jauh jauh lebih jarang ketimbang aku membaca doa mo makan dan mo tidur. itu, sebetulnya udah kusadari dari lama.
jadi berpikir, jangan2 secara tidak sadar kita jauh lebih jarang bersyukur daripada berharap yak? itu dalam kasusku lho. berharap, ya karena sebelum melakukan sesuatu, doa yang kita panjatkan biasanya berisi harapan semoga kita mendapatkan kelancaran ketika melakukan sesuatu. nah doa setelah kegiatan biasanya berisi rasa syukur kita karena kegiatan kita sudah selesai.
nah pertanyaannya adalah pernah ga kita sekali2 menghitung, dalam satu hari, berapa kali kita sudah bersyukur? 1x, 5x, 25x, ato setiap akhir kegiatan kita? jujur aku ga pernah ngitung. dan kalo mo dihitung, aku yakin banget pasti keluar angka ajaib. maksudnya di bawah 25x. mungkin juga pernah cuma 5x aja sehari. jangan dihitung waktu sholat yak? bwatku itu adalah waktu bercengkerama antar kekasih *kedip2 mata* jadi bersyukur hanya jadi selintas obrolan. sisanya??ya,, segala macam
dan kalo berpikir begini jadi merasa picik sendiri, betapa kita sudah diberi baaannyyyaaaakkkkk sekali hal, tetapi masih juga sangat jaraaaaaaaanggg sekali kita bersyukur. hmm,,,hmmm,,,
bukan mo berlagak suci, ato sok religius, ini cuma introspeksi pribadiku sendiri ko. bahwa ternyata aku sendiri masih jarang banget bersyukur. padahal aku selalu menyadari bahwa setiap harinya aku selalu mendapatkan rejeki. ko bisa? ya iyalah. disadari atau tidak. salah satu contoh rejeki yang paling jelas adalah, kita masih diijinkan hidup sampai saat ini. itu, adalah rejeki dariNya yang tak terhingga. jika Ia tidak mengijinkan, maka besok kita mungkin tidak dapat melihat matahari lagi. makanya aku sendiri pengen banget bisa mengingatkan diriku sendiri untuk selalu bersyukur, setiap detik dalam hidupku, meski saat imanku berada di titik minus (tragis ya?bukan nol lagi tapi minus!!).
jadi,,seperti kata salah satu iklan…
sudahkah kita bersyukur hari ini?
(^ ^)
going abroad
udah beberapa waktu aku terpikir tentang orang2 yang pindah tempat tinggal ke luar negeri. bahkan yang sampai pindah kewarganegaraan. apa ya yang mereka rasakan? dan apa alasannya sampai mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tanah air mereka?
semuanya berawal waktu aku chatting sama temenku yang nyusul suaminya yang tinggal di negeri paman sam. kupikir mereka hanya akan tinggal disana sementara waktu sampai akhirnya suaminya selesai kuliah. tapi2 tiba2 aja hari itu temanku mengabarkan bahwa mungkin suaminya ada pemikiran untuk apply menjadi citizen. yang berarti mereka akan tinggal disana lebih lama lagi.
dan aku langsung terpikir, apa ya yang temenku rasakan? disatu sisi aku tau banget gimana sedihnya dia waktu harus pisah sama suaminya. tapi disisi lain, saat dia udah kumpul, justru dia harus meninggalkan keluarganya disini. dalam situasinya, itu jadi satu hal yang bukan pilihan. apalagi dengan adanya satu kemungkinan menjadi citizen. pastinya bakal makin lama dia bisa ketemu sama ortunya. sedih?pastinya.
studi, pekerjaan, masa depan, suasana dan cinta, adalah beberapa hal yang menjadi alasan kenapa orang sampai terpikir untuk berpindah tempat tinggal. baik dalam waktu panjang atau hanya sementara. salah satu temenku yang lain memilih untuk berpindah tempat tinggal dari jepang (dia ikut ortunya) ke salah satu negara eropa (belum tau yang mana), selain bwat studi tapi juga karena dia sudah mulai jenuh di jepang. saat ini saja dia tinggal di jogja hanya untuk les dan desember ini dia sudah akan pergi lagi.
jawaban paling unik yang pernah kudengar mungkin jawaban tentorku. kebetulan dia orang inggris dan waktu kami tanya kenapa dia memilih tinggal disini, jawabannya karena disini suasananya jauh lebih menenangkan. dia tidak harus stress karena tuntutan kerja disana. dan matahari disini bersinar terang sepanjang tahun, sedangkan di london, cuaca cenderung mendung dan berkabut setiap harinya. meskipun untuk akses ke entertainment akan jauh lebih mudah di london. waktu mendengar kata2nya aku jadi berpikir, betapa matahari yang kadang2 kita hindari (karena takut gosong
) bisa jadi satu hal yang luar biasa bagi orang lain.
apapun alasannya, kurasa bagi orang yang memutuskan untuk meninggalkan negaranya pasti akan tetap menjadi hal yang berat. kecuali bagi mereka yang memang sudah memutuskan untuk memulai hidup baru. dan aku jadi terpikir, jika orang yang harus pindah itu aku (dengan berbagai macam alasan), apa yang akan kulakukan? apakah aku cukup berani untuk mengambil keputusan itu? apakah aku siap untuk melepaskan semua yang kumiliki disini? dan diatas semuanya…
apakah aku siap berpisah dengan orangtua dan kakaku?
belajar bersama
kadang satu hal yang dirasa sederhana bwat kita, bisa jadi satu hal yang luar biasa bwat orang lain. sesederhana suara adzan yang bergema pada tiap2 waktu sholatnya. bagi umat muslim, terutama di negara2 yang mayoritas penduduknya adalah muslim, adzan sudah jadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup. kita membuka mata di awal pagi sebetulnya diiringi seru azan shubuh, dan disapa sekali lagi saat malam telah menjelang.
dari pengalamanku sendiri, ada masa2 dimana seru suara azan membuatku meneteskan air mata. merasa sedih, bahagia sekaligus terharu saat mendengarnya. mengulangnya pelan2 dalam tangis pada setiap baitnya. dan akhirnya menjadi manusia lagi seutuhnya.
tapi bagaimana dengan teman2 yang tidak membutuhkan azan? beberapa mungkin akan terganggu, apalagi jika ia baru saja memejamkan mata di pagi hari. dan ini tiba2 menjadi satu hal yang menarik untukku, tentang apa yang ada di pikiran mereka pada tiap kali mereka mendengar suara azan. jujur aku sendiri yang umat muslim pernah satu kali merasa agak terganggu dengan adanya pujian2 yang akan mengiringi suara azan, lebih karena aku khawatir akankah suara2 itu akan mengganggu mereka yang tidak menggunakannya? mengganggu lelap tidur mereka. dan yang paling kucemaskan adalah, apa yang ada dipikiran mereka?
toleransi mungkin akan jadi satu hal yang penting dalam situasi ini. kita pasti akan meminta kesedian mereka untuk bertoleransi dengan hal ini. tapi jika kita putar mejanya dan posisi itu dikembalikan ke kita, akankah kita juga bisa berbesar hati seperti yang mereka selalu lakukan terhadap kita?
jika ini bisa masing2 kita lakukan dengan penuh keikhlasan dan besar hati, betapa indahnya dunia kita yang penuh warna ini. jadi mungkin meskipun masih tetap ada agama, negara, kepemilikan, surga dan neraka, manusiapun tetap dapat hidup dalam damai, seperti dalam lagu imagine.

