dapurkita


sedang negatif

Ditulis dalam d' corner of my brain, ga meaning, luv scene oleh yulia pada 23 Juli, 2009

jadi,

tiba2 tadi berpikir, kenapa ya banyak sekali hawa negatif disekitarku pada saat aku sendiri dalam kondisi negatif, dalam arti aku sedang tidak cukup punya energi positif untuk menyikapi permasalahan yang ada di sekitarku.

hmm,,

mungkin kudu ganti suasana dulu bwat merefresh hati ini,, tapi ga ada dana,, jadi ga bisa kemana2 juga hahahahahah *ketawa tragis*

mana tadi iseng2 ikut kuiz yang luck – o – meter di fb dan punya result

love: 40%

money : 18%

career : 83%

ga bermaksud bwat percaya yang kaya gini siy,, cuma geli aja,,

ko ternyata hasilnya sesuai dengan kenyataan ya??kecuali masalah karir,, ya moga emang kans nya sebesar itu bwat dapat kerja *ngarep*

mungkin emang sekarang saatnya fokus dengan masa depan dan menjadi egois untuk diri sendiri.

damn!how i hate to alwayz want to try and do the right thing. T_T

jadi keinget, dulu rasanya sering juga diomongin sama sahabatku,kurang lebih gini,

“entah kamu yang bodoh ato kamu ingin dianggap baik”

sempet shock dan bikin mikir panjang. tapi pada akhirnya ya aku sampai pada kesimpulan bahwa,

aku hanya ingin melakukan hal yang menurutku benar.

dan kalau itu berarti melepaskan orang yang kita sayang?

itu pertanyaan bagus dan sulit. hehehe,,

masih kupikirkan juga. yang pasti pertama2 harus menyinkronkan hati dan pikiran dulu. saat mereka berdua sudah berdamai, baru akan kutentukan apa yang sebaiknya dilakukan.

ah ngomong apa aku ini. orang lagi negatif nulis, hasilnya ya begini :P

Breakeven

Ditulis dalam luv scene, relationship oleh yulia pada 21 Juli, 2009

I’m still alive but I’m barely breathing
Just praying to a God that I don’t believe in
‘Cause I got time while she got freedom
‘Cause when a heart breaks no it don’t breakeven

Her best days will be some of my worst
She finally met a man thats gonna put her first
While I’m wide awake she’s no trouble sleeping
‘Cause when a heart breaks no it don’t breakeven

What am I suppose to do when the best part of me was always you

What am I suppose to say when I’m all choked up and your ok
I’m falling to pieces
I’m falling to pieces

They say bad things happen for a reason
But no wise word’s gonna stop the bleeding

‘Cause she’s moved on while I’m still grieving
‘Cause when a heart breaks no it don’t breakeven

What am I suppose to do when the best part of me was always you
What am I suppose to say when I’m all choked up and your ok
I’m falling to pieces
I’m falling to pieces
I’m falling to pieces
(One still in love while the other ones leaving)
I’m falling to pieces
(‘Cause when a heart breaks no it don’t breakeven)

O you got his heart and my heart and none of the pain
You took your suitcase, I took the blame
Now I’m trya make sense of what little remains
Cos you left me with no love, no love to my name

I’m still alive but I’m barely breathing
Just prayed to a god that I don’t believe in
Cos I got time while she got freedom
Cos when a heart breaks no it don’t break, no it don’t breakeven

What am I gonna do when the best part of me was always you
What am I suppose to say when I’m all choked up and your ok
I’m falling to pieces
I’m falling to pieces
I’m falling to pieces
(One still in love while the other ones leaving)
I’m falling to pieces
(Cos when a heart breaks no it don’t breakeven)

Oh it don’t breakeven no
Oh it don’t breakeven no
Oh it don’t breakeven no

*luv this song!:D

time

Ditulis dalam d' corner of my brain, luv scene, personal, relationship oleh yulia pada 18 Juli, 2009

so,

yes there’s something happened, i can’t say what.

makes me thinks a lot.

maybe it’s time to move on.

so just move on.

but why i found it harder than i thought?

just need more time.

it’ll end someday.

just need more time.

maybe for the best.

hoping as i can.

don’t want to regret anything.

and at the end of the day

i’ll be just fine.

just need more time.

i need more time.

*maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan),

tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)

(al Insyirah : 7)

and the show still go on

Ditulis dalam d' corner of my brain, personal, special oleh yulia pada 12 Juli, 2009

jadi,

2 hari yang lalu,ponakanku tersayang bertanya,

“anti, anti sekarang umurnya berapa 23 ato 24??” dan demi melihat wajah bundarnya, aku akhirnya menjawab iseng,

“anti sekarang 23 tahun, 11 bulan dan 28 hari kaka, nah 2 hari lagi baru anti 24″ dan wajahnyapun semakin membulat dalam usahanya memahami jawabanku ;p

jadi inget,dulu waktu jaman lebih muda rasanya selalu euforia setiap kali menjelang hari lahir. padahal dirayain juga ga. karena aku selalu ultah pas liburan panjang kenaikan kelas, alhasil rata2 temen2 udah pada keluar kota. cuma sekali sempet agak semi dirayakan, waktu kelas 1 sma, itu juga karena kelas kami saking kompaknya dan mereka pada main aja gitu kerumah,tanpa kartu undangan, dan tanpa kue ultah ;D

baru setelah kuliah dan dapet uang bulanan, mulai ada acara kecil2an sama sahabat2 dekat, ya ga banyak cuma itu2 aja dan cuma makan ditempat yang agak “sedikit” lebih spesial.

tapi sejak ditanya ponakanku 2 hari yang lalu itu, aku jadi sedikit menyadari bahwa euforia itu sudah sangat sangat berkurang. mungkin karena sudah lebih dewasa, mungkin juga karena emang ga tradisi di keluarga, mungkin karena lagi pusing mikirin urusan ngelamar kerja,mungkin juga karena sadar diri bahwa semua sekarang sudah sangat berbeda.

maka jadilah, hari ini terlewati tetap tanpa kue ultah, syukuran,dan semua hal yang berkaitan dengan ultah.

hanya ada sedikit kemewahan dengan meminta si papah membuatkan mie rebus + telur as a birthday gift, ucapan met ultah dari temen2 di fesbuk, kedatangan Roro with her special present (tengkyu say) dan 20 menit menelepon dia. sederhana. karena memang hanya itu yang bisa kuminta.

tapi itupun aku sudah bersyukur. paling ga, tidak ada kabar tentang si papah yang masuk rumah sakit kaya 4 taun lalu.

ini hanyalah satu hari diantara 365 hari dalam setahun, menjadi istimewa karena kita lahir pada hari itu. dan ini hanya akan menjadi 24 jam teristimewa kita dalam setahun ini. disyukuri dan dinikmati saja.

dan setelah 24 jam ini habis, maka kita harus kembali lagi ke kenyataan.

karena hidup tidak akan pernah menunngu kita.

it’s not the show must go on, but more about the show still go on.

masih ada hari2 yang harus dilalui. dan karena saya sudah terlambat dari target, maka sekarang harus mulai balik fokus lagi ke tujuan semula. harus lebih pandai bersabar dan bersyukur, toh semua demi hidup di suatu masa yang akan datang.

dan seandainya aku bisa meminta, aku ingin meminta dimaafkan semua kesalahanku sebelum dan yang akan mungkin kulakukan sama teman2 semua.

terimakasih sudah menemani sekian lama dan terus membahagiakanku dengan kehadiran kalian.

(^ ^)

*semoga selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur kepadaNya…

pilpress 2009

Ditulis dalam d' corner of my brain, d' world, special oleh yulia pada 8 Juli, 2009

akhirnya lewat sudah pilpress hari ini,, tinggal nunggu hasil, meskipun kayanya udah jelas ya yang bakal jadi presiden kita 5 taun mendatang. at least i’m not golput. meskipun keputusan bwat milih siapa datang pada saat2 terakhir, dan dengan perubahan drastis pilihan dari pilihan awal mulai kampanye. karena rasanya ko masih agak ragu ya sama capres – cawapres yang ada,, mungkin ga mereka akan amanah 5 taun kedepan??karena nasib bangsa ini dititipkan di pundak mereka.

ya sebagai warga negara, paling ga aku sudah melaksanakan kewajibanku dengan ikut pemilu. cuma sayangnya pemilu kali ini kayanya banyak banget masalah ya??terutama masalah dpt,, yang pada akhirnya bikin sebagian orang menjadi golput, bukan karena pengen tapi emang karena keadaan.

yah,, siapapunlah yang jadi presiden dan wakil presiden, semoga mereka akan bisa amanah, dan membawa bangsa ini menuju ke yang lebih baik. paling ga buatlah biaya hidup ini lebih ringan,, supaya si mamah ga uring2an trus hehe,, ;p

praying for the best for all,,

pemilu-dal

tersenyumlah

Ditulis dalam daily oleh yulia pada 6 Juli, 2009

RATU PATAH HATI BERAKSI KEMBALI

*tung tang tung tung-kaya bunyi musik intro kartun superhero* ;p

jadi maksudnya ratu patah hati patah hati lagi??*ko belibet yak??*

ga ko,, kali ini bukan sang ratu yang patah hati. tapi temen ratu ada yang lagi sedih terus2an. ratu jadi bingung mo ngomong apalagi biar temen ratu itu ga bersedih terus.

ratu jadi inget dulu waktu jaman ratu ngalamin patah hati. hwah, rasanya emang ga enak banget. sampe sempet ngerasain punggung kaku gara2 nahan rasa sakit waktu ngeliat mantan ratu sama pacar barunya (ko jujur banget yak??;p). trus ratu nyoba bwat nginget2, apa ya yang ratu lakukan bwat mengobati rasa sakitnya??

balas dendam tentu bakal jadi satu tawaran yang menggoda banget bwat dilakukan. caranya ada banyak dan bermacam, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi pula. ada banyak novel yang bakal ngasih contoh metode pembalasan yang efektif. tapi kalo nanti kalian sudah melaksanakan rangkaian pembalasan dendam itu,, kalian pasti akan sampai pada satu kesimpulan,

bahwa semuanya itu ternyata tidak juga memuaskan hati kita.

karena kalo mo disadari, pada akhirnya kita tetep juga kehilangan.

seandainya aja kita bisa lompat langsung ke akhir rasa sakit. but, face it. kita ga bisa ngelompat ke masa depan. satu2 nya cara yang ada adalah menghadapi dan melewatinya.

mudah??

ya ga lah,, susah bener itu!!!apalagi yang sakit hatinya sudah sampai pada tahap trauma. jujur ratu sendiri butuh waktu hampir 3 tahun untuk akhirnya bisa melewati rasa trauma itu. bukan karena ratu masih sayang sama mantan ratu ya,, tolong digarisbawahi, sama sekali tidak!!tapi, ya seluruh kenangan tentang hubungan itu sendiri yang pada akhirnya membuat ratu takut untuk memulai sebuah hubungan lagi.

tapi pada akhirnya toh semua bisa terlewati, dan ratu bisa belajar banyak banget dari semuanya. satu hal yang pasti, semua tidak akan terlewati jika kita hanya menunda merasakan rasa sakit itu dan tidak menghadapinya. that’s why, sometimes a relationship that’s end with a bad end, should have a closure.

sebuah penutupan, tidak harus dengan cara yang romantis atau bagaimana, tapi kadang cukup dengan kita menetapkan hati bahwa yang sudah ya sudah. there’s no turning back.

dan belajar ikhlas. nah pertanyaannya adalah, gimana caranya untuk ikhlas??

hmm,,ratu juga ga tau ya,, hehe,, tapi menerima bahwa semuanya sudah terjadi, dan berhenti berharap seandainya saja dulu kita mengambil keputusan yang berbeda, menurut ratu adalah salah satu bentuk ikhlas.

tapi ya semua kembali ke masing2 personel, tentu masing2 punya cara sendiri yang lebih ampuh untuk menghadapi rasa sakitnya. tapi herannya kenapa kalo kita sedang sedih, kita akan cenderung memilih hal2 yang muram ya??dari mulai warna sampai pilihan lagu. dulu sampe2 ada temen ratu yang menyarankan ratu bwat ganti lagu favorit ratu dari manusia bodoh jadi lagunya letto yang sampai nanti, sampai mati(?). it’s not work!haha,, but at least it brightened up my day ;D

mungkin ada baiknya mengganti warna kesukaan kita dengan warna2 yang cerah, mo kata kuning mencorong juga gapapa. dan mengganti playlist kita dengan lagu2 yang lebih cerah. rasanya banyak kan ya lagu yang bikin semangat??

awalnya pasti susah, tapi yakin deh satu saat pasti akan lewat juga.

so just cheer up,,u’re so much precious gals!!;D

*Mengapa kau bersedih
Saat cinta pergi
Biarlah saja bila semua harus terjadi

Hidup bukan sampai disini
Waktu terus berjalan
Yakinlah ada bahagia yang akan kau rasa dalam hidupmu

Dan tersenyumlah sayang
Lepas semua pedih di hati
Karena cinta pasti ada dan selalu ada .. percayalah

Kadang cinta tak berhati
Sering menyakiti
Tapi cinta yang sejati meski tlah pergi kan datang lagi

Jangan kau tutup hatimu
Raihlah bahagia hidupmu
Karena cinta pasti ada dan selalu ada .. oh percayalah

*taken from tersenyumlah – tere

would u?

Ditulis dalam d' corner of my brain, luv scene, my fave, relationship, soul oleh yulia pada 2 Juli, 2009

I need to know what’s on your mind

I’ll let you know what’s on my mind
I wish they’ve made you portable
Then I’ll carry you around and round
I bet you’ll look good on me

Things won’t be the same without you

Would you be kind enough to remember,,

me

i_m_u

*taken from adelaide sky by adhitia sofyan

wed

Ditulis dalam d' corner of my brain, luv scene, relationship oleh yulia pada 2 Juli, 2009

jadi,

ceritanya dah sempet kepikiran juga selama beberapa waktu. pernah juga membahasnya sama meta dan si mamah. tapi jadi semakin bertanya2 setelah seorang teman mengangkatnya menjadi status di fb.

kenapa ya ko akhir2 ini mulai banyak teman2 yang menikah?

jadi bertanya2 sendiri, lagi musimnya ato emang sudah masanya??

tapi rasanya ko aku pribadi masih merasa jauh ya bwat menikah??baru juga lulus, masih belum keterima kerja, masih belum mapan, masih belum membahagiakan ortu, masih banyak cita2 yang belum kecapai, dan masih banyak hal lainnya yang masih harus dikerjakan dan diselesaikan.

banyak yang bilang, seharusnya menikah tidak akan menghalangi kita dalam berkarya dan menggapai cita2 kita. justru seharusnya itu bisa menjadi dorongan positif. itu sebabnya jangan pernah merasa takut untuk menikah muda.

tapi ko aku masih berpikir, kalo seandainya aku sudah memutuskan untuk menikah, itu berarti aku sudah bersedia untuk memberikan komitmen penuh, dan semua dilakukan dengan sepenuh kesadaran akan semua resiko yang menyertainya. semua satu paket. and no regret.

dan itu termasuk melepaskan semua cita – cita dan ambisi kita, jika memang kita terpaksa harus melepaskannya. if that’s the only choice we have.

tapi terlepas dari itu semua. ada satu pertanyaan mendasar tiap kali aku mendapat kabar tentang pernikahan.

bagaimana mereka tahu, bahwa orang yang mereka nikahi itu adalah jodohnya? their true soulmate?

apakah hanya karena sudah menjalin satu hubungan selama beberapa waktu lalu bersama2 memutuskan untuk menikah, dapat langsung menetapkan hati bahwa itulah jodoh mereka?apa bukan hanya sekedar euforia sesaat?

mamahku sering bilang,

jika memang dia jodoh kita, tiba2 saja kita akan merasa mantap untuk hidup dengannya. tidak masalah apakah kita sudah cukup lama mengenalnya, ato baru saja berjumpa. mamah papahku sendiri, awal berjumpa hanya bertemu selama 5 menit di pernikahan teman mereka, and by the end of this year, they would have been married for 30 years!!

padahal bisa dibilang papahku bukanlah calon terbaik yang mamahku punya. ada beberapa orang lain yang jauh lebih potensial dibanding beliau. tapi meskipun cuma bertemu 4x, akhirnya mamahku tetap mantap memilih papahku. itu hanya dengan dasar, bahwa dia merasa bisa untuk hidup dengan papahku melebihi dengan calon potensial lainnya.

and it’s not only about the wedding, but more about marriage. dengan siapa kita menjalani, itu jauh lebih penting daripada hari pernikahan itu sendiri. because the wedding day is only need just one day to be done, but the marriage will need the rest of our life, ’till the death do us part, kata orang sono ;p

hal itu jadi bikin semua menjadi tidak sederhana lagi bwatku untuk menikah. ada banyak sekali hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan baik.

dan menjadi partner, itu yang kuharapkan. bukan atasan dan bawahan. karena seperti yang dibilang (maaf kalo salah, agak2 lupa soalnya hehe),

perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria

bukan dari kepala, untuk memimpin

bukan pula dari kaki, untuk diinjak

tapi dari tulang rusuk untuk dilindungi dan dihargai

dengan adanya saling menghargai maka kupikir semua akan bisa berjalan dengan baik.

dan partner akan selalu memback up setiap kekurangan dari partnernya. mensupport setiap keputusan yang diambil. membagi semua kesulitan bersama.

that’s how i think a marriage should be.

and that’s how i want it to be,,

;)