dapurkita


sudahkah?

Ditulis dalam d' corner of my brain, daily, learning.., personal, soul oleh yulia di/pada 24 September, 2008
Tags: , , ,

sebetulnya tulisan kali ini mo ditulis kemaren. tapi berhubung kemarin keasikan nonton serial korea coffee prince, akhirnya ga jadi nulis deh.

jadi, mari…. :D

kemarin sempet kepikiran. kalo ditanya doa apa yang paling aku hafal? aku dengan yakin akan menjawab: doa mo tidur dan doa mo makan!

soalnya itu kegiatan yang paling aku suka, otomatis keulang2 trus. apalagi frekuensinya melakukannya cukup tinggi. nah dua doa lain yang aku juga masih hafal adalah: Doa habis makan dan doa bangun tidur. masih karena dua kegiatan itu adalah hobi beratku. (bener2 ga sehat yak? :D ).

tapi ada satu hal yang kusadari. dah lama juga siy nyadarnya dan udah berkali2 membiasakannya menjadi satu kegiatan di luar kesadaran, tapi masih sering lupa juga. yaitu membaca dua doa yang terakhir itu. yang lain adalah membiasakan untuk membaca basmalah dan mengucap hamdalah pada tiap2 kegiatan. tapi ya itu. ko ternyata susah ya? padahal satu hal yang sederhana dan tidak sulit bwat dilakukan.

yang paling bikin aku heran adalah, ternyata frekuensiku membaca doa setelah makan dan tidur itu jauh jauh lebih jarang ketimbang aku membaca doa mo makan dan mo tidur. itu, sebetulnya udah kusadari dari lama.

jadi berpikir, jangan2 secara tidak sadar kita jauh lebih jarang bersyukur daripada berharap yak? itu dalam kasusku lho. berharap, ya karena sebelum melakukan sesuatu, doa yang kita panjatkan biasanya berisi harapan semoga kita mendapatkan kelancaran ketika melakukan sesuatu. nah doa setelah kegiatan biasanya berisi rasa syukur kita karena kegiatan kita sudah selesai.

nah pertanyaannya adalah pernah ga kita sekali2 menghitung, dalam satu hari, berapa kali kita sudah bersyukur? 1x, 5x, 25x, ato setiap akhir kegiatan kita? jujur aku ga pernah ngitung. dan kalo mo dihitung, aku yakin banget pasti keluar angka ajaib. maksudnya di bawah 25x. mungkin juga pernah cuma 5x aja sehari. jangan dihitung waktu sholat yak? bwatku itu adalah waktu bercengkerama antar kekasih *kedip2 mata* jadi bersyukur hanya jadi selintas obrolan. sisanya??ya,, segala macam :D

dan kalo berpikir begini jadi merasa picik sendiri, betapa kita sudah diberi baaannyyyaaaakkkkk sekali hal, tetapi masih juga sangat jaraaaaaaaanggg sekali kita bersyukur. hmm,,,hmmm,,,

bukan mo berlagak suci, ato sok religius, ini cuma introspeksi pribadiku sendiri ko. bahwa ternyata aku sendiri masih jarang banget bersyukur. padahal aku selalu menyadari bahwa setiap harinya aku selalu mendapatkan rejeki. ko bisa? ya iyalah. disadari atau tidak. salah satu contoh rejeki yang paling jelas adalah, kita masih diijinkan hidup sampai saat ini. itu, adalah rejeki dariNya yang tak terhingga. jika Ia tidak mengijinkan, maka besok kita mungkin tidak dapat melihat matahari lagi. makanya aku sendiri pengen banget bisa mengingatkan diriku sendiri untuk selalu bersyukur, setiap detik dalam hidupku, meski saat imanku berada di titik minus (tragis ya?bukan nol lagi tapi minus!!).

jadi,,seperti kata salah satu iklan… ;)

sudahkah kita bersyukur hari ini?

(^ ^)

berlima

Ditulis dalam d' world, learning.., relationship, special, temen2 oleh yulia di/pada 21 September, 2008
Tags: , , , , ,

baru aja nemu video lama. ga lama banget siy direkamnya kira2 setaun yang lalu jaman kkn pas kami lagi bisa kompakan ngumpul di jogja. trus jadi kangen sendiri. kangen sama suasana ngumpul2 lagi sama anak2. padahal awal bulan ini masih sempet2nya jalan bareng sebelum si engkoh balik ke jakarta.

dan ga kerasa ternyata udah 5 taun lewat aku kuliah di jogja. dan sekarang sudah menjelang ujung perjalananku disini. dan ada tanggung jawab yang masih harus dihadapin untuk dipertanggungjawabkan sama orang rumah.

 

5 taun,,

sudah banyak tawa, tangis, curiga, dan semua pelajaran yang bisa diambil, direnungkan, dan pada akhirnya dipilih mana yang terbaik bwat diri sendiri. berkali2 jatuh dan mencoba melawan diri sendiri. bertemu dengan berbagai macam orang dan berpisah dengan banyak sahabat2 lama.

sedih,,

apalagi kalo mengingat yang berlima ini. padahal rasanya kaya baru kemaren kita saling kenal, mulai dekat dan pada akhirnya jadi sering jalan bareng. tapi sekarang satu-satu mulai berjalan kearahnya masing2. jadi kepikiran gimana jadinya kalo seandainya diantara kami berlima tinggal di tempat yang saling berjauhan. masih bisa ga ya kumpul2 lagi kaya sekarang?hmm,, sedih juga,,,

tapi, seperti kata satu pelajaran yang paling memukulku,

hidup tidak akan pernah menunggu kita.

jadi bwat apa cemas? semua sudah disiapkan jalurnya. tinggal kita memilih yang mana dan menjalaninya dengan sepenuh hati. gagal? aku percaya pasti akan selalu ada jalan lain untuk dipilih. mentok? tinggal puter balik kan? (kalo ga salah ini pernah diomongin seseorang ke aku hehe :D ) setiap hari adalah satu perjalanan penuh misteri yang kalo kita mo buka mata dan pikiran akan ada banyak sekali yang bisa dipetik. kaya kata pepatah orang bule

yesterday is history, tomorrow is mystery, and today is a gift. that’s why it’s called Present

*for everyday, every time, every moment you have, treasure it, especially with everyone you love

SEMANGAT!!

(^ ^)

sesame street

Ditulis dalam my fave, nostalgila, personal, special oleh yulia di/pada 13 September, 2008
Tags: , ,

mungkin beberapa orang familiar dengan yang namanya sesame street, acara yang dulu tayang hampir setiap hari di salah satu tv swasta yang baru tayang selama beberapa waktu. waktu itu acaranya masih berbahasa inggris dan isi acaranya adalah perkenalan tentang huruf dan angka yang disuguhkan secara menarik dengan menggunakan boneka2 tangan.

dulu saking sukanya sama acara ini, aku pasti selalu nangkring didepan tv tepat waktu, tidak telat barang semenitpun! dan menonton sampai bener2 abis, baru mengerjakan kegiatan lainnya. sampai2 waktu jadwal acaranya pindah ke jam 14, aku bela2in nonton dulu baru berangkat ngaji, meskipun harus terlambat beberapa menit :D

elmo, big bird, bert, ernie, cookie monster, kermit the frog, sampe oscar monster tempat sampah jadi temen2 hari2ku. cuma berhubung aku tinggal di kota kecilku tercinta, akses untuk mendapatkan item acara favoritku ini jadi terhambat berat. dan waktu itu kayanya barang2 kaya gitu bakal susah banget terjangkau sama si papah. alhasil, kecintaanku terhadap hal ini berhenti sampai di setia menonton dengan tepat waktu jadi ga ada yang kelewat.

diantara tokoh2 sesame street yang banyak itu, favoritku adalah si monster berwarna biru yang suka banget sama cookies, dan kalo dah makan cookies, wuiihh,, kalapnya bukan main!! (jadi teringat pada diri sendiri :D ).

dan tadi pas iseng2 surfing, aku nemuin video ini di youtube dan jadi ngakak2 sendiri sekaligus bernostalgia hehe,, lumayan bwat penghibur di jumat malam yang menyenangkan.

enjoy! :D

going abroad

Ditulis dalam d' corner of my brain, learning.. oleh yulia di/pada 11 September, 2008

udah beberapa waktu aku terpikir tentang orang2 yang pindah tempat tinggal ke luar negeri. bahkan yang sampai pindah kewarganegaraan. apa ya yang mereka rasakan? dan apa alasannya sampai mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tanah air mereka?

semuanya berawal waktu aku chatting sama temenku yang nyusul suaminya yang tinggal di negeri paman sam. kupikir mereka hanya akan tinggal disana sementara waktu sampai akhirnya suaminya selesai kuliah. tapi2 tiba2 aja hari itu temanku mengabarkan bahwa mungkin suaminya ada pemikiran untuk apply menjadi citizen. yang berarti mereka akan tinggal disana lebih lama lagi.

dan aku langsung terpikir, apa ya yang temenku rasakan? disatu sisi aku tau banget gimana sedihnya dia waktu harus pisah sama suaminya. tapi disisi lain, saat dia udah kumpul, justru dia harus meninggalkan keluarganya disini. dalam situasinya, itu jadi satu hal yang bukan pilihan. apalagi dengan adanya satu kemungkinan menjadi citizen. pastinya bakal makin lama dia bisa ketemu sama ortunya. sedih?pastinya.

studi, pekerjaan, masa depan, suasana dan cinta, adalah beberapa hal yang menjadi alasan kenapa orang sampai terpikir untuk berpindah tempat tinggal. baik dalam waktu panjang atau hanya sementara. salah satu temenku yang lain memilih untuk berpindah tempat tinggal dari jepang (dia ikut ortunya) ke salah satu negara eropa (belum tau yang mana), selain bwat studi tapi juga karena dia sudah mulai jenuh di jepang. saat ini saja dia tinggal di jogja hanya untuk les dan desember ini dia sudah akan pergi lagi.

jawaban paling unik yang pernah kudengar mungkin jawaban tentorku. kebetulan dia orang inggris dan waktu kami tanya kenapa dia memilih tinggal disini, jawabannya karena disini suasananya jauh lebih menenangkan. dia tidak harus stress karena tuntutan kerja disana. dan matahari disini bersinar terang sepanjang tahun, sedangkan di london, cuaca cenderung mendung dan berkabut setiap harinya. meskipun untuk akses ke entertainment akan jauh lebih mudah di london. waktu mendengar kata2nya aku jadi berpikir, betapa matahari yang kadang2 kita hindari (karena takut gosong :D ) bisa jadi satu hal yang luar biasa bagi orang lain.

apapun alasannya, kurasa bagi orang yang memutuskan untuk meninggalkan negaranya pasti akan tetap menjadi hal yang berat. kecuali bagi mereka yang memang sudah memutuskan untuk memulai hidup baru. dan aku jadi terpikir, jika orang yang harus pindah itu aku (dengan berbagai macam alasan), apa yang akan kulakukan? apakah aku cukup berani untuk mengambil keputusan itu? apakah aku siap untuk melepaskan semua yang kumiliki disini? dan diatas semuanya…

apakah aku siap berpisah dengan orangtua dan kakaku?

teror

Ditulis dalam personal, relationship oleh yulia di/pada 8 September, 2008

yang namanya diteror pasti sangat tidak menyenangkan. kupikir hampir semua orang bakal setuju dengan pendapat ini. teror pasti bikin suasana jadi ga menyenangkan, mengganggu ketentraman, dan bikin perasaan jadi ga enak. yang paling ga enak ya kalo teror itu dah mengganggu aktivitas kita.

aku ga lagi bicara teror dalam skala besar ko. cuma teror kecil2an yang berkaitan dengan beberapa miscall2 ga jelas. ga jelas siapa orangnya. yang kalo kita angkat langsung di reject dan kalo kita tanya malah nyelimur ga jelas.

kalo seandainya yang kita hadapi adalah orang dewasa atau paling ga orang yang sepantar dengan kita, itu-meskipun masih sangat menyebalkan- masih lebih lumayan, karena paling ga kita bisa ngomong terus terang soal kita merasa terganggu, ato kalo masih ga mempan kita bisa melakukan hal2 jahat macam mereject dll tanpa merasa bersalah.

nah yang jadi masalah adalah, kalo seandainya sang peneror adalah anak2 yang umurnya jelas jauh dibawah kita dan kebetulan kita kenal dengan baik. apa yang harus kita lakukan?

itu yang akhir2 ini sedang kuhadapi. awalnya sempet juga kutanggapi karena rasanya ga enak kalo ga nanggapi, dan kebayang2 muka mereka yang kecewa kalo seandainya aku ga membalas. ditambah lagi dengan komentar dari si mamah soal kalo seandainya hal itu kejadian ke anakku kelak.

cuma ko lama2 jadi ga nyaman juga ya?apalagi waktu dah mulai komplain dan memaksa. di satu sisi rasanya kesel banget ga pengen balesin lagi, apalagi kalo dah mulai ngerasa konyol dengan menanggapi mereka. tapi di sisi lain tetep juga ada perasaan bersalah kalo mo nyuekin, apalagi ada kekhawatiran kalo mereka langsung menilai aku negatif. serba salah.

arrghhh!!!

rasanya hampir frustasi ngurusin hal sepele kaya gini. padahal masih ada sejuta hal lain yang harus dipikirkan. :(

akhirnya aku mengambil keputusan tidak menanggapi miscall2 mereka dan beberapa sms, kecuali yang isinya baik2. dan berhenti menanggapi saat isinya mulai lagi membuat hati ga nyaman.

apakah keputusanku benar atau salah?aku juga ga tau.

yang aku harapkan adalah moga2 hal ini ga berbalik kearahku nantinya…