;p
ah ya, tadi abis dari satu acara yang menyenangkan dengan pembicara yang juga menyenangkan. tambah ilmu, tambah pemahaman. ga rugi lah hehe,,
tapi… jadi berpikir-pikir,,
betapa beruntungnya perempuan yang memiliki seorang imam dengan pemahaman yang baik tentang agamanya. hmm,,hmm,, jadi pengen,, hehe,,
mari kita galakkan menikah muda!!!
…upZ!!;p
sampai jumpa lagi!
hari ini perasaanku campur aduk, sebentar seneng karena akhirnya bisa ngegame civcity lagi sepuasnya (meskipun belum finish2 juga hehe), trus sebentar sedih, trus seneng karena baca badai pasti berlalu, dan terakhir nyaman mungkin ya? aku bingung kata apa yang lebih cocok dari perasaan nyaman.
sedih dan juga kaget, waktu denger berita kalo ada salah satu sahabat yang sudah berangkat duluan menghadap Bos Besar disana. dan ternyata aku ngerasa kehilangan lebih dari yang kubayangkan. jadi keinget2 lagi waktu terakhir kali ketemu dia sekitar akhir bulan maret ato april waktu dia ikut ortunya nganter undangan nikahan kakanya. sekedar informasi, kami adalah teman satu TK dan selalu naik becak langganan yang sama bwat ke TK dengan beberapa temen lainnya. setelah selese TK kami pisah sekolah terus sampe kuliah ini. jadi bisa dibilang dah lama banget juga aku ga ketemu sama dia. sempet tukeran nomer hp dan janji bakal main bareng sekalian sama ro2, sekalian nostalgia. cuma sayangnya kami masing2 sibuk dengan urusan kuliah, sampe akhirnya janji itu belum sempat terlaksana, sampe hari ini.
dan ya, sekali lagi diluar dugaan aku bersedih lebih dari yang kubayangkan sebelumnya. jadi keinget2 lagi ceriwisnya yang bercerita dengan ramainya tentang kuliah, dan hidupnya.
sungguh Allah Maha Besar, sebelum diambilnya sahabatku itu, disempatkannya aku ketemu lagi dan berbagi cerita lagi dengannya. mungkin kalo seandainya waktu itu kami ga sempet ketemu, perasaanku mungkin ga akan sesedih ini, atau mungkin menyesal karena ga sempat ketemu sebelum dia pergi.
bagaimanapun, jadi berfikir lagi, kita ga akan tau sampai kapan Dia mengijinkan kita untuk singgah di dunia ini. sewaktu2 kita bisa dipanggilnya pulang.
jadi…,
apa yang harus kita lakukan sekarang?
p.s: bwat widya fadillah (dilla), semoga tempat terbaik di SisiNya untukmu kawan,,
stuck!
aku tidak kemana – mana
dan tidak dimana – mana
melangkah kemana – mana
tapi tidak sampai dimanapun
ingin kemana…
tapi hanya sampai di ingin..
masih juga langkah ini disini
tidak maju tidak mundur
semua maju…
aku disini
tidak kemana
juga tidak sampai manapun
pusing..
tapi itu yang kulakukan
hanya melihat
tidak bergerak
hanya ingin
tapi tidak juga bergerak
pikiranku memaksa maju
tapi fisik ini tidak juga mau beranjak
masih disini, hanya melihat
dan merasa ingin
haha,,
jadi menertawakan diri sendiri
kadang benci juga
bergegas tapi masih juga diam
dan tanpa sadar…
…mundur
… mundur…
trus mundur…
sampai menghilang…
……
soulmate?
baru nambah link ke blog sekalian buka dan baca. artikel yang sama ga tau kapan baca terakhirnya. dan masih juga terkesan dengan ceritanya, dan kata2 ini:
“Acara putus dan patah hati membuat gua capek.
…
Sometimes I wonder.
Maybe God gave us a ‘ticket’ to find your soulmate.
He is somewhere waiting for you at the airport.
Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus transit.
Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus mengalami patah hati.
Kita tidak pernah tahu kapan kita sampai.”
and it’s still makes me thinking…
… and wondering,, when this plane will arrive? arrive to the right destination. it’s still flying, i can’t see the destination yet. even to feel sure about the location…
just waiting…
… and waiting,, with patient,,
p.s: here’s the link http://istribawel.com/2005/05/ticket-to-find-your-soulmate.html
p.s2: sorry for the grammar ;p
gemes!!
kemaren2 sempet gemes denger curhatan seseorang tentang seseorang lainnya. lho??ko berantai??hehe ya begitulah adanya. emang sang tokoh yang diceritakan ini kebetulan adalah pacar dari sang pencurhat.
dan langsung jadi gemes!!
kenapa??emm,,ini bukan dengan maksud menjelek2an ya,, cuma intinya adalah sang tokoh ini suka melakukan hal yang merugikan diri sendiri untuk memberikan punishment berupa kepanikan pada orang yang dituju. sebetulnya siy itu haknya ya. cuma beneran deh aku jadi kesel.
terserah siy aku mo dicap sebagai orang yang ga mo rugi. cuma menurutku masih ada SEJUTA cara lain bwat menunjukkan kalo kita kesel dan pengen orang yang bikin kita kesel itu tau. tapi yang pasti bukan dengan cara – cara yang pada akhirnya malah jadi merugikan diri sendiri!!
apa ya?kesel aja gitu dengernya. tolong dong, padahal dia itu cantik, mandiri dan pintar. aku aja ga seberapanya. jadi kurang apa lagi? kenapa dia harus melakukan “tindakan2 bodoh” itu kalo dia pengen pacarnya tau dia kesel?
mungkin aku terlalu subjektif. karena jujur kalo seandainya aku melakukan hal2 yang dia lakukan, belum apa2 dah pasti tuh, bakalan diomelin abis2an sama orang rumah. dan langsung disuruh putus ditempat. bukan karena cowoku ga baik bwatku. tapi salahnya di aku, karena ga bisa jadi baik dengan pacaran sama cowo itu.
bukannya aku ga pernah mengalami hal yang sama. setiap orang kurasa pernah mengalami masalahnya masing2 ya. aku sendiri pernah dicomplain karena kalo marah bawaannya jadi diem aja dengan muka cemberut, jadi bikin suasana semakin ga nyaman. memang salah siy. tapi it’s so much better, karena paling ga, ga ada yang terluka atau terancam dengan aksi diamku. paling ya suasana jadi ga enak aja. mungkin cara terbaik adalah bicara terus terang dan membuat kesepakatan bersama tentang punishment apa yang sebaiknya dijatuhkan pada pihak yang bersalah. ya terserahlah, setiap orang kan pasti punya pertimbangan masing2.
dan sekali lagi, masih ada SEJUTA CARA LAIN(!!) bwat menunjukkan baik kemarahan, kesedihan maupun kekecewaan kita terhadap orang lain. pilihlah salah satu sebijak mungkin. dan yang pasti, pilih yang paling tidak merugikan diri kita. meskipun mungkin itu mengandung sedikit ego kita. sedikiiit aja, jangan banyak2. karena seperti kata favorit meta dan si papah ” apa saja yang terlalu itu pasti ga baik”.
yah next time kalo lagi kesel, try to think about ”making punishment thing” very carefully. and do it SMART!!
p.s: kalo seandainya yang bersangkutan membaca, maaf ya, cuma ngeluarin kegemesan ko. kalo ga terima, mari kita berbicara dengan tenang sambil ngupi2 kalo perlu
(^ ^)
“kok putusin gue?”
ada yang pernah baca bukunya Ninit Yunita yang kok putusin gue? aku baca buku ini dah dua kali. dan rencananya masih pengen baca lagi.
yang pertama kali aku baca dengan perasaan mendendam. yang kedua sambil bernostalgia. dan yang kali ini rencananya siy mo sambil introspeksi diri.
ada hal yang sempet kejadian, yang bikin aku langsung keinget sama buku ini lagi. aku ga bisa cerita bagaimana sebenernya kejadian itu, soalnya aku mencoba untuk menghormati orang2 yang terlibat didalamnya.
kejadiannya juga ga persis sama dengan semua kejadian yang ada di buku itu. cuma kalo mo ngeliat ke dua taun belakangan, suka ga suka aku jadi keinget sama semua perasaan yang pernah aku rasain dibuku itu.
dan seperti yang ada dibuku itu, aku jadi mempertanyakan? kenapa ya ada orang seegois itu yang dengan mudah meminta semuanya kembali seperti dulu lagi, tanpa mempertimbangkan apa yang mungkin sudah dijalani pihak yang lain? seolah dengan penyesalan dan maaf, semua yang sudah terjadi, bisa dianggap lunas.
bukan masalah apakah masih ada perasaan atau tidak. juga bukan masalah memaafkan atau tidak. sungguh sama sekali bukan itu. tapi ya sekali lagi, bagaimana dengan semua perasaan yang pernah dijalani pada saat kejadian maupun setelahnya? kaya katanya salah satu film, “kalo permasalahan bisa diselesekan dengan kata maaf, bwat apa ada polisi?” ;p
intinya adalah, sebelum meminta, bisakah sebelumnya mempertimbangkan bagaimana perasaan pihak yang diminta itu pada masa2 itu? ini bukan hanya dalam konteks pacaran ya? bisa juga dalam hal persahabatan. misalkan kita habis berantem sama salah satu sahabat kita dan itu ternyata nyakitin sahabat kita banget, sebelum kita meminta persahabatannya lagi, bisakah kita memikirkan bagaimana sakitnya sahabat kita pada saat dan setelah kejadian itu?
pasti jarang ada orang yang berpikir begitu. aku juga termasuk yang hampir ga pernah berpikir seperti itu. tapi setelah kejadian yang kemaren, aku jadi lebih berpikir tentang hal itu.
hmm,,sebetulnya bingung juga siy nyeritainnya kalo ga jelas gini. yah,, mungkin cuma egoku aja yang ingin dihargai. dihargai untuk setiap proses bangkit dari setiap kejatuhanku. karena bukan satu hal yang mudah juga untuk sampe di “tempat ini”.
kadang kita ga pernah tau apa yang dijalani orang lain pada saat kita menyakiti mereka. kita juga ga tau apa yang mungkin sudah rusak pada saat kita membuat satu keputusan tertentu. dan ga semua hal yang sudah rusak bisa diperbaiki seperti sebelumnya. bahkan mobil yang sudah dikenteng pun ga semuanya sempurna. ada beberapa bagian yang pasti meninggalkan bekas2 tertentu. gitu juga dengan satu hubungan. pada saat ada bagian yang rusak, parahnya kita bakal terus hidup berdampingan dengan bekas yang sudah dicetaknya. sekeras apapun kita berusaha, bekas itu bakal terus menempel sebagai bagian yang kita sebut “kenangan”.
selamanya kita ga akan bisa mengubah masa lalu. yang sudah terjadi ya sudahlah. satu2nya yang bisa kita lakukan untuk masa depan, cuma menerima. ikhlas lebih khususnya. tinggal ke masing2 personal aja untuk memilih.
sekarang pertanyaannya adalah: bisakah kita menerimanya?
i still have to learn more about this kind of things. after all, this have to be the last season of the story. i must close the book now. i have enough.
p.s: bwat yang abis putus cinta ato sekedar pengen tau, oke juga nih baca buku “Kok putusin gue?”nya ninit yunita. dilengkapi soundtrack setiap adegan penting, tips2 menanggulangi patah hati sampe strategi perang ala sun tzu hehe,, enjoy!!;p
p.s2: here’s ninit yunita’s link: http://istribawel.com/
kembali
masihkah Kau disitu?
atau sudahkah Kau palingkan wajahMu?
Lagi dan lagi kutepikan hadirMU
melangkahkan kaki kearah yang berlawanan dengan keberadaanMu
masihkah Kau mencintaiku seperti sebelumnya?
memaafkan kesalahanku seperti sebelumnya?
masih banggakah Kau akan ku?
Layakkah aku untuk selalu kembali padaMu?
bumi arafah yang semakin menjauh,
mengabur dan hanya tinggal bayang semu di hatiku
lupakah ku akan cintaMu?
yang demikian besarnya, hingga selalu Kau menatapku?
Sungguh, takkan pernah cukup
Setiap tetes air mata yang mengalir dari hati ini
Untuk menghapuskan setiap langkah yang pernah terlalui
Hanya pinta yang tersisa, pintaku akan cinta kasihMu
Sungguh,,
Ya Rabb, kurindukan selalu cintaMu dalam setiap sisi hidupku
warna-warni
hmm, moodku dalam 2 jam terakhir ini berganti2 dari mo nulis soal berita di kompas, ganti tentang judgemental, ganti tentang nostalgila dan akhirnya sekarang balik lagi soal berita di kompas. gimana bisa? semua saling berkaitan soalnya,
awalnya pengen bahas soal berita di kompas tentang pembangunan monumen peringatan kaum gay di jerman. trus karena masalah gay ini aku jadi kepikiran tentang persepsi masyarakat, dan hal ini bikin aku jadi inget sama satu lagu yang pernah dinyanyiin ulang sama band favoritku dulu jaman smp, yang judulnya don’t judge this book, tapi aku malah jadi bernostalgila dengan menyetel lagi vcd konser mereka dan ternyata aku kembali tersipu2 kaya anak abg hehe, makanya aku langsung surfing lagi cari2 berita tentang mereka. dan berita tentang salah satu personilnya yang digosipkan gay, bikin aku jadi keinget lagi sama berita di kompas itu.
hmm, bukannya aku setuju atau tidak setuju dengan adanya monumen itu ataupun dengan adanya kaum gay/lesbian. untuk diriku sendiri aku menegaskan untuk tidak, karena agamaku dengan tegas menyatakan tidak boleh. dan aku sendiri juga sering mendengar tentang kaum nabi nuh, bukannya Allah sudah menunjukkan keputusanNya dengan tegas?
tapi sekali lagi, larangan itu hanya mengikat pada diri pribadiku sendiri, untuk orang lain? go ahead. semua adalah keputusan masing. bukannya setiap orang akan bertanggungjawab pada masa depannya masing2? bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak? seandainya siapapun dia sudah memilih, maka dia harus menerima apapun konsekuensinya kelak.
tapi disini aku bukan mau membicarakan benar atau salah. karena menurutku tidak ada yang benar atau salah, masing2 punya alasan kenapa bisa setuju atau tidak dengan gay/ lesbian. yang aku pikirkan adalah, apa yang mereka rasakan? sering ya aku bertanya2, kenapa ada orang yang menjadi gay? apa alasannya? dan bagaimana perasaan mereka pada saat mereka menyadari kalau mereka adalah gay? bagaimana persepsi masyarakat disekitarnya? bagaimana pendapat keluarganya pada saat mereka mengakui “perbedaan” mereka? dan pada akhirnya aku jadi merasa simpati. karena bukan satu hal yang mudah bukan, untuk menjadi mereka?aku emang ga tau, tapi kurasa hampir sebagian besar orang berharap untuk menjadi normal kan? tapi apa yang terjadi seandainya kita mengalami suatu perubahan orientasi?
dulu satu waktu aku pernah membaca di beberapa tempat bahwa pada masa kecil, mengagumi teman sesama jenis adalah satu hal yang wajar. seperti aku suka melihat temenku yang cantik, pintar ataupun sabar. tapi ya seiring dengan berkembangnya usia, hal itu jadi hal yang biasa, bahkan mungkin berubah menjadi dalam sebagai sayang terhadap saudara. jadi kupikir bukan menjadi satu indikasi berubahnya orientasi. dan di tempa lain kubaca bahwa hal ini bisa berubah dengan jalan menikah. tapi bisakah? sedang beberapa kali kubaca, beberapa tetap menjadi gay meskipun sudah menikah? dan bagaimana dengan yang menjadi gay karena traumatik?
yah aku bukan psikolog dan juga ga pantes untuk menentukan benar atau salah. sekali lagi aku bukannya menyetujui gay, tapi ya aku simpati dengan mereka. mungkin tidak hanya mereka tapi siapa saja. semua berhak untuk hidup sesuai dengan jalan hidup yang dipilihnya. asalkan semua bisa hidup berdampingan dengan damai, bukankah itu jauh lebih baik?
i’m dreaming of a peacefull world, can i have one?
terinspirasi
sebetulnya dah lama juga pengen sowan dan baca2 isi “rumah” temen2 yang lain, tapi baru kali ini sambil nungguin meta siap2 aku coba2 bwat mampir dan membaca beberapa tulisan temen2. dan ya meninggalkan sedikit “kenang – kenangan” tentang apa yang udah mereka tulis. dan ga tau kenapa ternyata aku jadi antusias lagi dengan dunia tulis menulis ini!
kayanya udah lama banget sejak aku terakhir menulis. semua kesibukan dan kegiatan, bikin pikiranku buntu bwat menulis. tapi ya ternyata setelah membaca tulisan yang lain aku jadi ikut terinspirasi lagi bwat menulis sesuatu. salut bwat temen2 yang bisa dengan senangnya menulis, tanpa dibebani perasaan sungkan dan malu tentang hal – hal yang telah ditulisnya. ini adalah satu hal yang masih jadi tembok pengahalangku bwat mengungkapkan apa yang ada dipikiranku. kadang suka khawatir kalo ternyata tulisanku masih “ecek – ecek” dan ga layak tampil.
tapi ya, meskipun aku belum bisa menuliskan sesuatu yang lebih berbobot dari sekedar curhat pribadi, aku tetap akan mencoba terus menulis, sambil belajar dari apa yang aku lihat dan aku tuliskan di blog ini.
bwat temen2ku semua, kuucapkan terima kasih dan mari kita ramaikan dunia tulis menulis ini!!
(^ ^)
ujian kali ini…
lagi sedih banget niy. 2 hari ini ujian, tapi kayanya semuanya gagal deh. apalagi yang hari ini. paling nyesek kalo ternyata kita tau bahannya ada setelah selese ujian. dah ga bisa apa2 lagi. apalagi kalo kita sebetulnya ada waktu lebih dari 1 minggu bwat cari tau dan belajar soal itu. cuma ya kaya biasanya aku. waktu itu ilang cuma bwat ngerjain hal2 yang ga penting. tapi kerasa pukulan paling telak ya hari ini. untuk ujian hari ini aku baru tau kalo ada tugas hanya 2 jam menjelang jam ujian. padahal dari kemaren aku dah cari2 tau sama anak2 yang ngambil matkul itu. dan 2 orang yang kutanya, dua2nya bilang ga tau dan ga punya bahan tanpa menyebutkan ada tugas yang harus dikumpul hari ini. ngehubungin temenku minggu kemaren, ga dibalas. ternyata dia ga ada pulsa. dan aku terlalu sungkan bwat nanya dia lagi. ngehub adek kelasku yang satunya, tau2 smsku failed. dan tadi otomatis aku ga bisa jawab soal sama sekali. 1 nomer speechless (apa dampak flatteners dalam industri teknologi informasi?), 1 nomer mengarang indah (apa beda antara ekonomi informasi dengan ekonomi traditional?), dan nomer 3 menghayal (berikan detail bisnis yang ada dibenak anda saat ini!).
ya Allah berasa pengen nangis. apalagi rasanya semua adalah salahku. aku emang jarang masuk kuliah ini. apalagi setelah mid test kemaren. dan bapak pengampunya juga jarang masuk. tapi ternyata pas aku lagi di jakarta, bapaknya malah masuk dan ngasih tugas. dan aku ga tau sama sekali. mana yang ngambil matkul ini juga dikit banget. rata2 2005, karena ini emang matkulnya mereka.
ga tau lagi deh, mo kaya apa jadinya. terancam dapet nilai yang sangat tidak memuaskan ki,, apalagi ada perasaan bersalah ke meta, karena dari awal sempet bilang kalo aku bakal ngurusin kul kewirausahaan kali ini. tapi ternyata??lagi2 aku bikin kesalahan, dan ini bukan masalah sepele. dan ga ada kesempatan kedua, karena ini dah final. semester depan aku rencana mo selese kuliah, jadi bisa dibilang ini adalah semester terakhirku.
ga tau mo nyesel kaya gimana lagi?ngeliat masa depan ko jadi sangsi ya?
satu yang mungkin harus bisa dipelajari kali ini adalah, berusahalah semaksimal mungkin karena mungkin ini adalah kesempatan terkahir bagimu.
semoga dibukakan jalan kemudahan oleh Nya…
