dapurkita

pilpress 2009

8 Juli, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

akhirnya lewat sudah pilpress hari ini,, tinggal nunggu hasil, meskipun kayanya udah jelas ya yang bakal jadi presiden kita 5 taun mendatang. at least i’m not golput. meskipun keputusan bwat milih siapa datang pada saat2 terakhir, dan dengan perubahan drastis pilihan dari pilihan awal mulai kampanye. karena rasanya ko masih agak ragu ya sama capres – cawapres yang ada,, mungkin ga mereka akan amanah 5 taun kedepan??karena nasib bangsa ini dititipkan di pundak mereka.

ya sebagai warga negara, paling ga aku sudah melaksanakan kewajibanku dengan ikut pemilu. cuma sayangnya pemilu kali ini kayanya banyak banget masalah ya??terutama masalah dpt,, yang pada akhirnya bikin sebagian orang menjadi golput, bukan karena pengen tapi emang karena keadaan.

yah,, siapapunlah yang jadi presiden dan wakil presiden, semoga mereka akan bisa amanah, dan membawa bangsa ini menuju ke yang lebih baik. paling ga buatlah biaya hidup ini lebih ringan,, supaya si mamah ga uring2an trus hehe,, ;p

praying for the best for all,,

pemilu-dal

→ Leave a CommentKategori: d' corner of my brain · d' world · special

tersenyumlah

6 Juli, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

RATU PATAH HATI BERAKSI KEMBALI

*tung tang tung tung-kaya bunyi musik intro kartun superhero* ;p

jadi maksudnya ratu patah hati patah hati lagi??*ko belibet yak??*

ga ko,, kali ini bukan sang ratu yang patah hati. tapi temen ratu ada yang lagi sedih terus2an. ratu jadi bingung mo ngomong apalagi biar temen ratu itu ga bersedih terus.

ratu jadi inget dulu waktu jaman ratu ngalamin patah hati. hwah, rasanya emang ga enak banget. sampe sempet ngerasain punggung kaku gara2 nahan rasa sakit waktu ngeliat mantan ratu sama pacar barunya (ko jujur banget yak??;p). trus ratu nyoba bwat nginget2, apa ya yang ratu lakukan bwat mengobati rasa sakitnya??

balas dendam tentu bakal jadi satu tawaran yang menggoda banget bwat dilakukan. caranya ada banyak dan bermacam, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi pula. ada banyak novel yang bakal ngasih contoh metode pembalasan yang efektif. tapi kalo nanti kalian sudah melaksanakan rangkaian pembalasan dendam itu,, kalian pasti akan sampai pada satu kesimpulan,

bahwa semuanya itu ternyata tidak juga memuaskan hati kita.

karena kalo mo disadari, pada akhirnya kita tetep juga kehilangan.

seandainya aja kita bisa lompat langsung ke akhir rasa sakit. but, face it. kita ga bisa ngelompat ke masa depan. satu2 nya cara yang ada adalah menghadapi dan melewatinya.

mudah??

ya ga lah,, susah bener itu!!!apalagi yang sakit hatinya sudah sampai pada tahap trauma. jujur ratu sendiri butuh waktu hampir 3 tahun untuk akhirnya bisa melewati rasa trauma itu. bukan karena ratu masih sayang sama mantan ratu ya,, tolong digarisbawahi, sama sekali tidak!!tapi, ya seluruh kenangan tentang hubungan itu sendiri yang pada akhirnya membuat ratu takut untuk memulai sebuah hubungan lagi.

tapi pada akhirnya toh semua bisa terlewati, dan ratu bisa belajar banyak banget dari semuanya. satu hal yang pasti, semua tidak akan terlewati jika kita hanya menunda merasakan rasa sakit itu dan tidak menghadapinya. that’s why, sometimes a relationship that’s end with a bad end, should have a closure.

sebuah penutupan, tidak harus dengan cara yang romantis atau bagaimana, tapi kadang cukup dengan kita menetapkan hati bahwa yang sudah ya sudah. there’s no turning back.

dan belajar ikhlas. nah pertanyaannya adalah, gimana caranya untuk ikhlas??

hmm,,ratu juga ga tau ya,, hehe,, tapi menerima bahwa semuanya sudah terjadi, dan berhenti berharap seandainya saja dulu kita mengambil keputusan yang berbeda, menurut ratu adalah salah satu bentuk ikhlas.

tapi ya semua kembali ke masing2 personel, tentu masing2 punya cara sendiri yang lebih ampuh untuk menghadapi rasa sakitnya. tapi herannya kenapa kalo kita sedang sedih, kita akan cenderung memilih hal2 yang muram ya??dari mulai warna sampai pilihan lagu. dulu sampe2 ada temen ratu yang menyarankan ratu bwat ganti lagu favorit ratu dari manusia bodoh jadi lagunya letto yang sampai nanti, sampai mati(?). it’s not work!haha,, but at least it brightened up my day ;D

mungkin ada baiknya mengganti warna kesukaan kita dengan warna2 yang cerah, mo kata kuning mencorong juga gapapa. dan mengganti playlist kita dengan lagu2 yang lebih cerah. rasanya banyak kan ya lagu yang bikin semangat??

awalnya pasti susah, tapi yakin deh satu saat pasti akan lewat juga.

so just cheer up,,u’re so much precious gals!!;D

*Mengapa kau bersedih
Saat cinta pergi
Biarlah saja bila semua harus terjadi

Hidup bukan sampai disini
Waktu terus berjalan
Yakinlah ada bahagia yang akan kau rasa dalam hidupmu

Dan tersenyumlah sayang
Lepas semua pedih di hati
Karena cinta pasti ada dan selalu ada .. percayalah

Kadang cinta tak berhati
Sering menyakiti
Tapi cinta yang sejati meski tlah pergi kan datang lagi

Jangan kau tutup hatimu
Raihlah bahagia hidupmu
Karena cinta pasti ada dan selalu ada .. oh percayalah

*taken from tersenyumlah – tere

→ Leave a CommentKategori: daily

would u?

2 Juli, 2009 · 2 Komentar

I need to know what’s on your mind

I’ll let you know what’s on my mind
I wish they’ve made you portable
Then I’ll carry you around and round
I bet you’ll look good on me

Things won’t be the same without you

Would you be kind enough to remember,,

me

i_m_u

*taken from adelaide sky by adhitia sofyan

→ 2 CommentsKategori: d' corner of my brain · luv scene · my fave · relationship · soul

wed

2 Juli, 2009 · 3 Komentar

jadi,

ceritanya dah sempet kepikiran juga selama beberapa waktu. pernah juga membahasnya sama meta dan si mamah. tapi jadi semakin bertanya2 setelah seorang teman mengangkatnya menjadi status di fb.

kenapa ya ko akhir2 ini mulai banyak teman2 yang menikah?

jadi bertanya2 sendiri, lagi musimnya ato emang sudah masanya??

tapi rasanya ko aku pribadi masih merasa jauh ya bwat menikah??baru juga lulus, masih belum keterima kerja, masih belum mapan, masih belum membahagiakan ortu, masih banyak cita2 yang belum kecapai, dan masih banyak hal lainnya yang masih harus dikerjakan dan diselesaikan.

banyak yang bilang, seharusnya menikah tidak akan menghalangi kita dalam berkarya dan menggapai cita2 kita. justru seharusnya itu bisa menjadi dorongan positif. itu sebabnya jangan pernah merasa takut untuk menikah muda.

tapi ko aku masih berpikir, kalo seandainya aku sudah memutuskan untuk menikah, itu berarti aku sudah bersedia untuk memberikan komitmen penuh, dan semua dilakukan dengan sepenuh kesadaran akan semua resiko yang menyertainya. semua satu paket. and no regret.

dan itu termasuk melepaskan semua cita – cita dan ambisi kita, jika memang kita terpaksa harus melepaskannya. if that’s the only choice we have.

tapi terlepas dari itu semua. ada satu pertanyaan mendasar tiap kali aku mendapat kabar tentang pernikahan.

bagaimana mereka tahu, bahwa orang yang mereka nikahi itu adalah jodohnya? their true soulmate?

apakah hanya karena sudah menjalin satu hubungan selama beberapa waktu lalu bersama2 memutuskan untuk menikah, dapat langsung menetapkan hati bahwa itulah jodoh mereka?apa bukan hanya sekedar euforia sesaat?

mamahku sering bilang,

jika memang dia jodoh kita, tiba2 saja kita akan merasa mantap untuk hidup dengannya. tidak masalah apakah kita sudah cukup lama mengenalnya, ato baru saja berjumpa. mamah papahku sendiri, awal berjumpa hanya bertemu selama 5 menit di pernikahan teman mereka, and by the end of this year, they would have been married for 30 years!!

padahal bisa dibilang papahku bukanlah calon terbaik yang mamahku punya. ada beberapa orang lain yang jauh lebih potensial dibanding beliau. tapi meskipun cuma bertemu 4x, akhirnya mamahku tetap mantap memilih papahku. itu hanya dengan dasar, bahwa dia merasa bisa untuk hidup dengan papahku melebihi dengan calon potensial lainnya.

and it’s not only about the wedding, but more about marriage. dengan siapa kita menjalani, itu jauh lebih penting daripada hari pernikahan itu sendiri. because the wedding day is only need just one day to be done, but the marriage will need the rest of our life, ’till the death do us part, kata orang sono ;p

hal itu jadi bikin semua menjadi tidak sederhana lagi bwatku untuk menikah. ada banyak sekali hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan dengan baik.

dan menjadi partner, itu yang kuharapkan. bukan atasan dan bawahan. karena seperti yang dibilang (maaf kalo salah, agak2 lupa soalnya hehe),

perempuan diciptakan dari tulang rusuk pria

bukan dari kepala, untuk memimpin

bukan pula dari kaki, untuk diinjak

tapi dari tulang rusuk untuk dilindungi dan dihargai

dengan adanya saling menghargai maka kupikir semua akan bisa berjalan dengan baik.

dan partner akan selalu memback up setiap kekurangan dari partnernya. mensupport setiap keputusan yang diambil. membagi semua kesulitan bersama.

that’s how i think a marriage should be.

and that’s how i want it to be,,

;)

→ 3 CommentsKategori: d' corner of my brain · luv scene · relationship

gamang

1 April, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

bwat orang yang pernah tinggal di jogja, pasti tau yang namanya selokan mataram. selokan ini bisa dibilang cukup terkenal juga di jogja. bahkan kadang dijadikan satu acuan untuk menuju ke suatu tempat. karena di samping selokan mataram ini ada jalan yang bisa dilalui dan itu cukup menyingkat waktu perjalanan. salah satunya adalah jalan yang menuju ke arah seturan dari jalan gejayan (jalan affandi sekarang). dan jujur setiap kali lewat situ aku selalu gamang, mungkin karena aku ga bisa berenang, jadi suka agak phobia kalo lewat situ, takut kalo2 terperosok ke selokan apalagi kalo lagi naik motor ;D

bicara soal selokan, dulu waktu aku masih kecil pernah ada satu kejadian yang melegenda banget di keluargaku. yaitu kejadian aku jatuh ke dalam got a.k.a selokan ;p

waktu itu masih sd kayanya. dan semua berawal oleh rasa penasaranku atas bibir selokan yang disemen di depan rumah. bibir selokan itu sempit pastinya. dibatasi oleh pagar dan sejumput halaman rumput yang dibatasi oleh trotoar. dan tempat itu sebetulnya sama sekali bukan tempat yang layak untuk dipakai sebagai jalur jalan. karena jelas didepan trotoar ada jalan yang cukup luas untuk dilalui dan bahkan cukup untuk lewat 2 buah mobil yang berpapasan.

tapi ya,, namanya juga anak2,, semakin sulit,, semakin menantang rasanya. apalagi beberapa temen2 main sering juga ada yang lewat situ. maka semakin penasaranlah diriku saat itu. waktu itu si mamah yang sudah melihat gelagat ga baik dari anaknya ini sudah dengan tegas mengingatkanku untuk tidak melakukan tindakan yang mengancam keamanan tersebut bahkan melarangku untuk dekat2 dengan selokan.

dan semua itu malah semakin membuatku merasa tertantang sampai akhirnya pada suatu hari aku memutuskan untuk : BERJALAN DI BIBIR SELOKAN!! ;p

langkah2 awal terasa sangat luar biasa dan aku mulai merasa pede, ternyata semua tidak semengerikan yang kubayangkan. dan tepat saat aku berpikir begitu,, saat itu juga LANGSUNG aku kepleset dan masuk ke selokan!!

si mamah yang ngedenger tangisanku waktu itu langsung ngangkut aku sambil ngomel2. dan hari itu aku langsung dapet kehormatan bwat mandi di WC!! (fyi: dulu di rumah dinas yang sebelumnya KM dan WC terletak dalam dua ruangan yang berbeda.) ;D dan kejadian ini selalu diceritakan kembali berulang2 sama kami berdua kalo kami sedang membahas kekeraskepalaanku hehe..

dan setelah hari itu apakah aku sudah trauma dan tidak mau jalan lagi di bibir selokan itu??nope! sama sekali tidak saudara2!!;D i still doin’ that thing!but with more carefull of course.

inti dari cerita ini adalah, sejak kejadian itu aku belajar untuk lebih berhati2 dalam berjalan. tidak hanya sekedar berjalan di bibir selokan, tapi juga dalam menghadapi persoalan sehari2. jika aku merasa jalan yang akan kulalui akan beresiko, maka aku akan menganalisanya terlebih dahulu. apa saja yang kubutuhkan untuk melewati jalan itu? perlukah aku melalui jalan itu? ato harus kutinggalkan saja? (makanya meta bilang aku orang yang selalu cari aman ;p) apa saja yang harus kuperhatikan? dan tetap berjalan dengan penuh kewaspadaan. meskipun pada akhirnya aku tetap terperosok, tapi paling tidak, kejadian itu kuusahakan untuk tidak terulang untuk selanjutnya.

salah satu hal yang sedang kujalani sekarang, tau2 aja mengingatkan aku akan kejadian terperosok dalam selokan ini. meskipun aku sudah memikirkannya bener2, sudah kuterima semua konsekuensinya dan aku jalani dengan penuh kesadaran, tetap saja, kadang rasa gamang itu masih juga muncul. kalo dibilang butuh diyakinkan, kurang apalagi? semua sudah sampai batas maksimalnya. mau dilepaskan tapi rasanya ko masih belum mau menyerah begitu saja?

dan sekarang aku mulai bertanya2,

cukupkah mendasarkan sesuatu hanya pada satu hal yang bahkan masih belum pasti?

→ Leave a CommentKategori: d' corner of my brain · learning.. · nostalgila · personal

sempurna?

14 Desember, 2008 · 7 Komentar

jadi,,

malem ini ceritanya mengulang lagu yang sama lagi berkali2, dan tau2 kesadar ada lirik seperti ini:

Ku takkan pernah sempurna
Ku takkan pernah merasakanmu
Bila kau tak di sini
oh..
(alexa – jangan kau lepas)

dan langsung jadi keinget sama satu teoriku sendiri yang kadang masih bikin aku bingung sendiri. bukan bingung fatal ko, lebih ke bingung gimana ya cara nyampein maksudku?

jadi gini pasti kita dah kenal banget sama istilah “tidak ada seorangpun yang sempurna” ato biar lebih mentereng “nobody’s perfect”

hmm,, bukannya salah siy pendapat ini. cuma apa ya? aku pernah berpikir dan sampe pada satu kesimpulan bahwa sebenarnya

setiap orang itu sempurna adanya.

semua sudah diciptakan oleh Nya sesempurna mungkin. setiap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki setiap hambaNya sudah diperhitungkan dengan serinci2nya dengan hitungan yang tidak akan pernah masuk ke akal manusia. dan pada akhirnya memberikan setiap peran yang berbeda untuk masing2 personil. makanya tidak pernah ada orang yang diciptakan persis sama. semua punya keistimewaan masing2. bahkan saudara2 kita yang memiliki kekurangan fisik sekalipun, mereka sempurna untuk peran mereka kelak. hanya saja kita tidak tahu, kemana jalan nasib akan membawa kita kelak. itu saja. semua indah diMataNya. itu, keyakinanku.

kalo masih juga kita mau cari dimana letak ketidaksempurnaan kita. kurasa lebih tepat bagian yang belum sempurna dari kita adalah mental kita. hati dan akal kita. itu, yang masih juga mudah berubah2. tinggal tergantung bagaimana kita ingin membentuknya. makanya kalo dipikir2 iblis tidak pernah mengganggu kita secara fisik (bener ga ya??mmm,,). tapi pasti mereka menggoda kita secara mental. karena hanya itu yang masih juga belum stabil. dan mungkin susah juga ya kalo ingin menjadikannya sempurna. tapi ya itulah, ketidaksempurnaan itu yang justru bikin dunia berwarna. iya kan?? :-)

jadi sekali lagi, ini cuma pikiranku.

physically everybody’s perfect. mentally? nobody’s perfect.

begitulah, apakah maksudku sudah tersampaikan?

aku juga ga tau. semoga aku menyampaikannya secara benar

*mendengarkan lagi lagu jangan kau lepas*


→ 7 CommentsKategori: d' corner of my brain · d' world · learning.. · soul
Tagged: , , ,

“aku pernah datang dan aku sangat patuh”

11 Desember, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

habis baca postingannya kakaku yang dia ambil dari forum kaskus dan sudah beberapa orang juga menceritakannya kembali. bikin terharu. meski aku juga masih mencari versi asli ceritanya. entah benar atau tidak, yang pasti bisa dijadikan satu pelajaran berharga bwat kita yang sudah mulai lupa :-)

silahkan baca disini

→ Leave a CommentKategori: d' world · luv scene · special · temen2
Tagged:

emansipasi

12 Oktober, 2008 · 8 Komentar

sempet sharing sama salah satu temen dan dilanjutkan dengan sharing lebih jauh dengan teman yang lain (efek ber-YM! ria di malam hari :D ), dan jadi berpikir,

apa yang terjadi jika ada seorang perempuan yang mengajak seorang laki2 berkenalan lebih dulu?

kalo kita melihat di zaman apa kita hidup dan ditengah serunya isu emansipasi wanita sekarang, seharusnya siy itu adalah satu hal yang biasa saja. sekarangpun aku yakin ada beberapa laki2 yang beranggapan kalo itu adalah hal yang wajar. tapi tetep aja kan, masih ada paling ga 50% laki2 yang menganggap kalo itu (ngajak mereka kenalan lebih dulu) adalah satu hal yang ga wajar, dan bahkan tabu.

aku sendiri sebagai perempuan yang dibesarkan dengan tradisi jawa yang cukup kuat, tanpa sadar jadi membatasi diri juga. dan pada akhirnya berpengaruh pada pola pikirku ini. bahwa ada bagian2 dalam hubungan laki2 – perempuan dimana perempuan bisa ambil inisiatif untuk maju dan ada juga masanya perempuan duduk diam dan menanti.

masalahnya adalah, kalo perempuan ini sudah duduk diam dan menanti, ternyata laki2 itu ga ngeh juga gimana?

nah itu dia repotnya. :D
tinggal masalah gengsi. apakah perempuan ini mau menundukkan gengsinya sejenak dan bergerak maju dengan harapan laki2 itu tidak berpikir negatif atau mendapat resiko ditolak. atau tetap saja mempertahankan ego dan gengsi untuk kemudian pulang dengan tangan hampa?

itulah emansipasi, satu kata dengan makna yang megah, namun pada aplikasinya tetap saja terbatasi oleh pola pikir masing2 pemerannya.

jadi inget cerita tentang gajah. ini cerita favoritku, yang sering banget aku ceritain kalo lagi inget.

jadi, ada seekor anak gajah yang baru saja ditangkap. kakinya diikatkan ke bilah kayu yang ditanam di tanah. setiap kali anak gajah itu berusaha melarikan diri, kakinya pasti akan selalu tertahan oleh ikatan itu. semakin keras dia berusaha melepaskan diri, semakin keras ikatan itu menahannya dan semakin sakit kaki anak gajah itu jadinya. selama berbulan2 hingga tahun anak gajah itu mencoba. dan semakin lama anak gajah itu semakin kehilangan semangat untuk melepaskan diri. sampai akhirnya dia menjadi gajah dewasa, dan bilah kayu itu semakin lapuk. tapi masih saja dia tidak berani untuk melepaskan diri. karena pikiran bahwa bila dia melarikan diri kakinya akan menjadi sakit masih tertanam dalam pikirannya dan pada akhirnya tersimpan di alam bawah sadarnya.

kadang kita ga sadar bahwa yang membatasi kita adalah rasa takut kita sendiri. dan seringnya perempuan merasa takut akan hal2 yang ga penting. termasuk aku juga. hehe makanya setiap kali aku merasa takut, aku pasti akan selalu teringat cerita ini.

emanipasi mungkin harus dihadapi dengan lebih bijak lagi oleh para perempuan dimanapun dia berada. apapun latar belakangnya. sehingga semuanya tetap pada porsinya. tidak kurang sehingga langkah kita terbatasi, tapi juga tidak berlebih agar nantinya tidak memberikan efek buruk bagi perempuan itu sendiri.

bagaimanapun, bwat semua perempuan meskipun bukan hari kartini atau hari perempuan, tetap semangat!

karena kita bisa melakukan hal – hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya

(^ ^)

→ 8 CommentsKategori: d' corner of my brain · learning.. · my fave · tentang perempuan
Tagged: , , ,

menjadi bijak

5 Oktober, 2008 · 6 Komentar

sebelumnya saya mau mengucapkan….

SELAMAT LEBARAN TEMAN – TEMAN!!!!

MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN,, MAAFIN SEMUA SALAHKU YAK??? :D

jadi,,

ada satu teori yang aku pernah dengar dan menyatakan bahwa perempuan akan memilih lelaki yang dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan. dan orang tua biasanya akan memberikan nasihat pada anak gadisnya seperti ini

” lebih baik kamu yang dicintai daripada kamu yang mencintai nduk. soalnya jatuh ke badannya lebih enak”. bener ga?

dulu pernah ada masanya aku juga menganggap hal ini lebih baik bagi perempuan (untuk memilih lelaki yang mencintainya), dan adalah hal yang mudah untuk mencintai lelaki yang mencintai kita. karena ya,, seperti kata pepatah, witing tresna jalaran saka kulina (dengan logat ngapak banyumasan hehe). jadi cinta bisa tumbuh seiring sejalan dengan perkembangan hubungan.

tapi, saat aku dihadapkan pada hal ini secara langsung, kenapa semuanya jadi tidak segampang teorinya ya? ada perasaan ga rela juga. dan berharap pada satu hal yang sangat tidak pasti.

dan tiba – tiba malam ini jadi merasa tidak puas pada diri sendiri.

aku pusing, bingung, shock, dan pengen kabur lagi.

jadi menyadari kalo ternyata aku tidak sesiap yang kusangka, dan masih belum sedewasa yang kuusahakan.

masih banyak sekali yang harus kupelajari, dan yang paling utama adalah belajar berpikir dan bersikap bijak, pada diri sendiri dan orang2 di sekitarku..

→ 6 CommentsKategori: d' corner of my brain · learning.. · luv scene · personal
Tagged: , , ,

sudahkah?

24 September, 2008 · 1 Komentar

sebetulnya tulisan kali ini mo ditulis kemaren. tapi berhubung kemarin keasikan nonton serial korea coffee prince, akhirnya ga jadi nulis deh.

jadi, mari…. :D

kemarin sempet kepikiran. kalo ditanya doa apa yang paling aku hafal? aku dengan yakin akan menjawab: doa mo tidur dan doa mo makan!

soalnya itu kegiatan yang paling aku suka, otomatis keulang2 trus. apalagi frekuensinya melakukannya cukup tinggi. nah dua doa lain yang aku juga masih hafal adalah: Doa habis makan dan doa bangun tidur. masih karena dua kegiatan itu adalah hobi beratku. (bener2 ga sehat yak? :D ).

tapi ada satu hal yang kusadari. dah lama juga siy nyadarnya dan udah berkali2 membiasakannya menjadi satu kegiatan di luar kesadaran, tapi masih sering lupa juga. yaitu membaca dua doa yang terakhir itu. yang lain adalah membiasakan untuk membaca basmalah dan mengucap hamdalah pada tiap2 kegiatan. tapi ya itu. ko ternyata susah ya? padahal satu hal yang sederhana dan tidak sulit bwat dilakukan.

yang paling bikin aku heran adalah, ternyata frekuensiku membaca doa setelah makan dan tidur itu jauh jauh lebih jarang ketimbang aku membaca doa mo makan dan mo tidur. itu, sebetulnya udah kusadari dari lama.

jadi berpikir, jangan2 secara tidak sadar kita jauh lebih jarang bersyukur daripada berharap yak? itu dalam kasusku lho. berharap, ya karena sebelum melakukan sesuatu, doa yang kita panjatkan biasanya berisi harapan semoga kita mendapatkan kelancaran ketika melakukan sesuatu. nah doa setelah kegiatan biasanya berisi rasa syukur kita karena kegiatan kita sudah selesai.

nah pertanyaannya adalah pernah ga kita sekali2 menghitung, dalam satu hari, berapa kali kita sudah bersyukur? 1x, 5x, 25x, ato setiap akhir kegiatan kita? jujur aku ga pernah ngitung. dan kalo mo dihitung, aku yakin banget pasti keluar angka ajaib. maksudnya di bawah 25x. mungkin juga pernah cuma 5x aja sehari. jangan dihitung waktu sholat yak? bwatku itu adalah waktu bercengkerama antar kekasih *kedip2 mata* jadi bersyukur hanya jadi selintas obrolan. sisanya??ya,, segala macam :D

dan kalo berpikir begini jadi merasa picik sendiri, betapa kita sudah diberi baaannyyyaaaakkkkk sekali hal, tetapi masih juga sangat jaraaaaaaaanggg sekali kita bersyukur. hmm,,,hmmm,,,

bukan mo berlagak suci, ato sok religius, ini cuma introspeksi pribadiku sendiri ko. bahwa ternyata aku sendiri masih jarang banget bersyukur. padahal aku selalu menyadari bahwa setiap harinya aku selalu mendapatkan rejeki. ko bisa? ya iyalah. disadari atau tidak. salah satu contoh rejeki yang paling jelas adalah, kita masih diijinkan hidup sampai saat ini. itu, adalah rejeki dariNya yang tak terhingga. jika Ia tidak mengijinkan, maka besok kita mungkin tidak dapat melihat matahari lagi. makanya aku sendiri pengen banget bisa mengingatkan diriku sendiri untuk selalu bersyukur, setiap detik dalam hidupku, meski saat imanku berada di titik minus (tragis ya?bukan nol lagi tapi minus!!).

jadi,,seperti kata salah satu iklan… ;)

sudahkah kita bersyukur hari ini?

(^ ^)

→ 1 CommentKategori: d' corner of my brain · daily · learning.. · personal · soul
Tagged: , , ,